BREAKING NEWS
Rabu, 18 Maret 2026

Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru dan Pahlawan Nasional asal Langkat yang Gugur dalam Revolusi

Adelia Syafitri - Jumat, 09 Mei 2025 08:01 WIB
Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru dan Pahlawan Nasional asal Langkat yang Gugur dalam Revolusi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Dari Sastra ke Pengabdian Negara

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Amir Hamzah diangkat menjadi Wakil Pemerintah Republik Indonesia untuk Langkat yang berkedudukan di Binjai pada 29 Oktober 1945.

Namun, kondisi politik yang belum stabil mempertemukannya dengan tragedi.

Pada Maret 1946, terjadi revolusi sosial yang dipimpin oleh faksi komunis (PKI) yang menargetkan golongan bangsawan.

Amir ditangkap dan kemudian tewas dipancung tanpa pengadilan.

Jenazahnya ditemukan di kuburan massal di Kuala Begumit. Saat itu, ia berusia 35 tahun.

Tragisnya, di sel tempat ia ditahan, ditemukan tulisan terakhirnya yang merupakan kutipan dari puisinya Buah Rindu (1941):

"Wahai maut, datanglah engkau. Lepaskan aku dari nestapa. Padamu lagi tempatku berpaut. Di saat ini gelap gulita."

Penghormatan Abadi

Amir Hamzah dimakamkan di pemakaman Masjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat, tempat dua syairnya terukir di batu nisan.

Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya pada tahun 1975.

Sebagai bentuk penghormatan, namanya diabadikan pada Gedung Kebudayaan Indonesia di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, serta Masjid Amir Hamzah di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru