PEMATANGSIANTAR – Nama Wesly Silalahi, Wali Kota Pematangsiantar periode 2025–2029, menjadi sorotan publik setelah pernyataan keras dari atlet MMA One Pride, Ronald Siahaan, yang menyentil kepeduliannya terhadap atlet daerah.
Di tengah polemik tersebut, sosok Wesly mulai dikulik publik, termasuk latar belakang keluarga, pendidikan, hingga kekayaannya yang fantastis.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Wesly Silalahi lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 12 Oktober 1957.
Ia merupakan putra dari Wongso Silalahi, mantan pegawai pemerintahan Kabupaten Simalungun, dan Aminah Sinaga, seorang ibu rumah tangga.
Wesly menikah dengan Liswaty Sinaga dan dikaruniai tiga orang anak.
Secara akademis, Wesly mengenyam pendidikan hukum dan menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) serta Magister Kenotariatan (MKn).
Karier dan Keterlibatan di Dunia Olahraga
Sebelum menduduki jabatan wali kota, Wesly pernah aktif di bidang olahraga.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Bendahara KONI selama enam tahun dan pengurus Persatuan Gulat Nasional selama delapan tahun.
Namun ironisnya, meskipun memiliki rekam jejak dalam dunia olahraga, Wesly kini justru dituding tidak memberi perhatian pada perkembangan atlet lokal, sebagaimana dilontarkan Ronald Siahaan yang kecewa terhadap ucapan Wesly yang disebut menyarankan atlet untuk berhenti karena tidak menjanjikan penghasilan.
Harta Kekayaan Mencapai Rp109 Miliar
Saat mencalonkan diri sebagai wali kota pada tahun 2024, Wesly melaporkan kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasarkan data eLHKPN, total kekayaannya mencapai Rp109,29 miliar.
Porsi terbesar dari kekayaan tersebut berasal dari aset properti, yakni tanah dan bangunan senilai Rp101 miliar, yang tersebar di Jakarta dan bahkan di luar negeri, termasuk sebuah properti di Inggris senilai Rp10 miliar.
Ia juga tercatat memiliki:
- Mobil Toyota Alphard (2005) senilai Rp100 juta
- Surat berharga senilai Rp8,05 miliar
- Harta bergerak lainnya Rp50 juta
- Kas dan setara kas Rp90 juta
- Wesly tidak memiliki utang berdasarkan laporan tersebut.
Kekayaan besar yang dimiliki Wesly menjadi sorotan publik setelah munculnya kritik dari Ronald Siahaan, yang merasa tidak dihargai sebagai atlet oleh pemimpin daerahnya.
Pernyataan Ronald yang menyebut Wesly meremehkan profesi atlet menuai simpati dari masyarakat dan menciptakan diskusi luas soal dukungan pemerintah daerah terhadap atlet lokal.*