BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Sasakawa Yohei, Tokoh di Balik Pembebasan Arnold Putra dari Junta Militer Myanmar

Adelia Syafitri - Rabu, 23 Juli 2025 16:49 WIB
Sasakawa Yohei, Tokoh di Balik Pembebasan Arnold Putra dari Junta Militer Myanmar
Sasakawa Yohei, pemimpin The Sasakawa Peace Foundation. (foto: Sasakawa Peace Foundation)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sosok dermawan asal Jepang, Sasakawa Yohei, disebut berperan penting dalam proses pembebasan selebgram kontroversial Arnold Putra yang sempat ditahan oleh junta militer Myanmar.

Informasi ini diungkap langsung oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim.

Hashim menyampaikan bahwa Yohei memiliki kedekatan historis dengan jajaran militer Myanmar dan secara langsung terbang ke Yangon untuk melakukan lobi intensif demi membebaskan Arnold.

"Esok harinya, Sasakawa-san terbang ke Yangon dan selanjutnya bertemu dengan pimpinan militer Myanmar. Pada pertemuan itu diputuskan pembebasan Arnold," ujar Hashim, Rabu (23/7/2025).

Kasus Arnold Putra

Arnold Putra sebelumnya ditahan karena diduga masuk secara ilegal ke wilayah Myanmar melalui perbatasan Thailand.

Ia juga dituduh menjalin kontak dengan kelompok bersenjata yang dianggap terlarang oleh pemerintah Myanmar, seperti People's Defense Force (PDF) dan Karen National Liberation Army (KNLA).

Akibatnya, Arnold dijerat dengan sejumlah pasal, termasuk UU Imigrasi 1947, UU Anti-Terorisme, dan UU Perkumpulan Terlarang Pasal 17 (2).

Ia divonis 7 tahun penjara dan sempat ditahan di Insein Prison, Yangon, sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia.

Siapa Sasakawa Yohei?

Sasakawa Yohei adalah tokoh berpengaruh asal Jepang, kelahiran Tokyo, 8 Januari 1939.

Ia saat ini menjabat sebagai Ketua The Nippon Foundation, lembaga sosial yang fokus pada isu-isu kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan global.

Selain itu, ia juga memimpin The Sasakawa Peace Foundation, yang dikenal luas dalam upaya diplomasi damai dan pembangunan masyarakat sipil.

Sasakawa dikenal luas atas kiprahnya dalam pemberantasan penyakit kusta bekerja sama dengan WHO, serta sebagai tokoh yang aktif mendukung hak-hak penyandang disabilitas, termasuk lewat penyelenggaraan True Colors Festival di Tokyo pada 2022 yang melibatkan 100 seniman dari 12 negara.

Kedekatan dengan Myanmar dan Indonesia

Keterlibatan Sasakawa dalam isu Myanmar sudah berlangsung lama.

Ia pernah ditunjuk sebagai Utusan Khusus Pemerintah Jepang untuk Rekonsiliasi Nasional di Myanmar pada 2013.

Ia tercatat sudah mengunjungi Myanmar lebih dari 150 kali, menjalankan misi sosial demi peningkatan kesejahteraan kelompok etnis di negara tersebut.

Di Indonesia, Sasakawa juga memiliki hubungan erat.

Baru-baru ini, ia menjalin kerja sama bilateral dengan Kementerian Pertahanan RI pada 11 Juli 2025 untuk bidang pertahanan dan pertukaran delegasi militer.

Empat hari sebelumnya, ia juga bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Bali untuk mempercepat eliminasi penyakit kusta di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati lima langkah strategis termasuk perluasan wilayah skrining dan peningkatan akses terhadap pengobatan.

Atas dedikasinya, Sasakawa telah menerima berbagai penghargaan internasional seperti International Gandhi Award (2006), Panglima Mangku Negara Malaysia (2010), hingga penghargaan dari WHO (2022).

Ia juga menulis sejumlah jurnal ilmiah tentang kusta, termasuk karyanya pada 2023 berjudul "Making the Impossible Possible: My Work for Leprosy Elimination and Human Rights."*

(tb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru