Rektor Unsoed Pernah Tolak MBG dan KDMP, KPK Tegaskan Tak Ada Kaitannya dengan OTT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoe
HUKUM DAN KRIMINAL
JABAR –Pegi Setiawan, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina di Cirebon pada tahun 2016, akhirnya dinyatakan bebas dari status tersebut. Keputusan ini memberikan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam bagi Pegi dan keluarganya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah singgah di Jalan Sabang, Kota Bandung, Pegi mengungkapkan perasaan bahagianya kepada media. “Alhamdulillah perasaannya sekarang sangat bahagia, sangat terharu, pokonya sangat sangat bahagia sekali, tidak bisa berkata-kata. Ini luar biasa, ini adalah anugerah dari Allah SWT kepada saya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dukungan dari MasyarakatSelain rasa syukur kepada Sang Pencipta, Pegi Setiawan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan moral selama proses hukumnya. “Untuk netizen, media, masyarakat Indonesia saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kalian semua, berkat kalian saya lebih bersemangat dan keluarga saya juga lebih bersemangat,” ungkap Pegi penuh haru.
Dukungan yang datang dari berbagai kalangan, termasuk netizen dan media, telah memberikan kekuatan bagi Pegi dan keluarganya dalam menghadapi ujian yang berat ini. Kehadiran dukungan publik menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka.
Kembali Bersama KeluargaRasa bahagia Pegi semakin lengkap dengan kembalinya dirinya ke tengah keluarga. Setelah melalui proses hukum yang panjang dan penuh ketidakpastian, kini Pegi bisa merasakan kebersamaan dengan orang-orang tercintanya tanpa terhalang jeruji besi. “Alhamdulillah hari ini saya berada di sini bisa berkumpul lagi bersama keluarga itu sangat luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua,” tambahnya.
Rencana ke DepanSaat ditanya mengenai rencana ke depannya, Pegi menyatakan bahwa dirinya akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan kembali bekerja sebagai kuli bangunan. “Untuk kedepannya saya ingin kembali berkumpul bersama keluarga dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” tandasnya.
Putusan Pengadilan Negeri BandungSebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengabulkan permohonan gugatan sidang praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan. Hakim tunggal Eman Sulaeman dalam amar putusannya menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh Polda Jabar kepada Pegi tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum. “Mengadili, mengabulkan praperadilan proses penetapan kepada pemohon atas nama Pegi Setiawan dinyatakan tidak sah dan dibatalkan demi hukum,” ujar Eman saat membacakan amar putusan pada Senin (8/7/2024).
Evaluasi PolriKeputusan ini membawa implikasi besar terhadap proses penegakan hukum di Indonesia. Bareskrim Polri menyatakan bahwa putusan praperadilan Pegi Setiawan akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian untuk memperbaiki prosedur penyidikan dan penetapan tersangka di masa mendatang. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kesalahan serupa dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam proses hukum.
Tantangan untuk AepDi sisi lain, Pegi Setiawan menantang Aep, saksi kunci dalam kasus pembunuhan Eky dan Vina, untuk membuktikan kesaksiannya di hadapan publik. Tantangan ini disampaikan Pegi dengan harapan dapat mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan. “Aep ayo muncul, debat sama saya Aep. Kalau kamu laki-laki, kamu gentle, kamu harus berani buktikan. Saya tantang Aep,” ucap Pegi dengan tegas.
Kuasa hukum Pegi, Toni RM, juga mengancam akan melaporkan Aep ke Polri atas dugaan memberikan kesaksian palsu. “Aep ditantang nih sama Pegi, yang di kesaksiannya tahu, Aep ditantang sama Pegi. Kalau Aep sudah muncul, kita laporkan Aep ya ke Polri,” kata Toni menegaskan.
PenutupKasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akurasi dalam penegakan hukum. Pegi Setiawan, yang telah melalui ujian berat ini, kini dapat menikmati kebebasan dan kebahagiaan bersama keluarganya. Dukungan masyarakat dan keputusan pengadilan yang adil menjadi landasan bagi Pegi untuk melanjutkan hidupnya dengan semangat baru.
(N/014)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA iPhone Ultra yang diyakini sebagai smartphone lipat pertama Apple disebut telah digunakan oleh sejumlah orang sebelum peluncuran
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 23 Agustu
NASIONAL
JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menetapkan 72 tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia atau Bareskrim Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus duga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutl
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Penguatan r
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Penguatan indeks ditopang kenaikan se
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 24 Agustus 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan,
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada Senin, 24 Agustus 2026, mengalami kenaikan dibandingkan perdagangan sebelumnya
EKONOMI