BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Ketua DPRD Garut Meminta Maaf atas Kontroversi Pernyataan Terhadap Guru Honorer

BITVonline.com - Minggu, 16 Juni 2024 10:30 WIB
Ketua DPRD Garut Meminta Maaf atas Kontroversi Pernyataan Terhadap Guru Honorer
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GARUT -Kontroversi mencuat setelah video viral menampilkan Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah, mengeluarkan komentar yang dianggap merendahkan para guru honorer yang sedang berdemo di depan kantor DPRD Garut. Dalam video yang beredar luas, Euis terlihat turun dari mobil dan memberikan narasi yang dianggap mengejek kepada seorang guru honorer

“Dia nangis-nangis di situ. Sing sae,” ucap Euis dalam bahasa Sunda, sambil melihat ke arah peserta aksi yang terlihat sedang menangis. Ungkapan ini langsung menimbulkan reaksi kekecewaan dari beberapa peserta aksi yang hadir, termasuk yang terlihat menangis tersedu di lantai.

Video tersebut memperlihatkan momen yang terjadi di tengah aksi unjuk rasa yang diikuti oleh ratusan guru honorer, yang mayoritas merupakan anggota Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar). Mereka menggelar aksi untuk menuntut kejelasan terkait pengangkatan status mereka dari honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menyusul viralnya video tersebut, Euis Ida Wartiah kemudian mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka. “Atas nama pribadi saya menyampaikan permohonan maaf atas perkataan yang dirasakan menyinggung para peserta unjuk rasa dari kalangan guru honorer,” ujarnya kepada wartawan pada Sabtu malam.

Euis menegaskan bahwa ia tidak bermaksud merendahkan para guru honorer, melainkan pernyataannya terjadi secara spontan dalam situasi aksi unjuk rasa yang memanas. “Kami sangat menghargai aspirasi dan perjuangan para guru honorer untuk menjadi guru PPPK. Kami terus berkonsultasi dan menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui berbagai kesempatan,” tambahnya.

Keprihatinan atas nasib para guru honorer di Garut masih menjadi sorotan utama masyarakat setempat. Peristiwa ini mengingatkan akan pentingnya dialog yang berkesinambungan antara pemerintah daerah dan stakeholders terkait dalam memenuhi aspirasi masyarakat pendidikan.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru