MALUKU -Suatu pemandangan yang luar biasa terjadi di desa kecil Larat, Kepulauan Aru, Maluku, saat Ragnar Oratmangoen, pemain andalan Timnas Indonesia, kembali ke kampung halamannya setelah mengikuti laga penting melawan Filipina dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun lahir di Oss, Belanda, Ragnar memiliki akar Indonesia yang kuat melalui sang ayah yang berasal dari Larat.
Kehadirannya di tanah air setelah menjalani proses naturalisasi pada Maret 2024, menjadi momen yang sangat dinantikan oleh keluarga besar Oratmangoen di Maluku. Masyarakat setempat menyambut kedatangannya dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan yang tidak terhingga.
Sambutan Meriah dari Masyarakat
Saat Ragnar tiba di desa, dia disambut dengan sorak sorai dan lagu-lagu adat Maluku yang menggema di udara. Keluarga, tetangga, dan penduduk desa berkumpul di rumah orang tuanya, memenuhi halaman dengan senyum dan kehangatan. Video yang diunggah oleh Ragnar di Instagram memperlihatkan momen kebersamaan ini, di mana orang-orang dengan antusias melambaikan tangan dan berseru “Oratmangoen, oratmangoen” sambil mengelilinginya dengan penuh kebanggaan.
Perjalanan Karier dan Kontribusi dalam Timnas
Ragnar, yang bermain sebagai pemain bertahan untuk Fortuna Sittard di Liga Belanda, telah menjadi salah satu pilar utama dalam skuat Timnas Indonesia sejak bergabung. Kepulangannya ke Larat tidak hanya sebagai kunjungan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas akar budaya dan kebangsaannya yang tak pernah lekang oleh jarak dan waktu.
Dukungan dan Harapan Masyarakat
Di tengah kegembiraan menyambutnya, masyarakat Larat juga menyampaikan harapan besar pada Ragnar untuk terus mengukir prestasi gemilang dalam karier sepak bolanya, baik di klub maupun di Timnas. Kehadirannya di kampung halaman menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk bermimpi lebih tinggi dan mengikuti jejak kesuksesannya.
Kembalinya Ragnar Oratmangoen ke Kampung Halaman, Maluku: Meriahnya Sambutan dari Masyarakat