Rico Waas Lepas Kontingen Pramuka Medan ke Jamnas XII, Titip Nama Baik Kota
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
Makassar – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak para tokoh agama untuk tidak ragu memberikan kritik terhadap negara demi memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam acara yang diselenggarakan di Asrama Haji Makassar pada Jumat (10/1/2025), Menag menegaskan bahwa tokoh agama perlu menjaga independensinya agar bisa menjalankan fungsi kritisnya dalam kehidupan bernegara.
“Jangan takut, Bapak-Ibu, agama apa pun itu, berikanlah fungsi kritisnya terhadap negara,” ujar Menag kepada para tokoh lintas agama yang hadir. Menurut Nasaruddin, agama harus tetap independen agar bisa menjalankan fungsi pentingnya dalam memberikan kritik dan masukan kepada negara. Ia mengingatkan bahwa negara harus terbuka terhadap kritik tersebut dan tidak boleh merasa di atas segalanya.
“Kita bukan negara Hegel, di mana negara dianggap di atas segalanya,” lanjut Nasaruddin. Menag juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dan seimbang antara agama dan negara. Ia berpendapat bahwa jika agama terlalu bergantung pada negara, kemampuan agama untuk memberikan kritik konstruktif akan hilang.
“Ketika agama dan pemimpinnya terlalu bergantung pada pembiayaan negara, maka independensinya berkurang. Bagaimana agama bisa kritis jika ketergantungannya sepenuhnya kepada negara?” ungkapnya. Nasruddin juga mengingatkan agar pemimpin agama tidak menjadi subordinasi negara. Ia menegaskan bahwa ulama memiliki kewenangan untuk memberi fatwa, bukan pemerintah. Pemerintah, lanjutnya, hanya perlu memfasilitasi umat beragama, bukan mendominasi agama.
“Pemerintah hanya perlu memfasilitasi umat beragama, bukan mendominasi agama,” tegas Menag. Lebih lanjut, Menag juga mengingatkan akan bahaya jika agama dijadikan alat legitimasi politik. Ia menilai bahwa agama yang digunakan untuk kepentingan politik tertentu dapat kehilangan wibawanya di mata masyarakat. Menurutnya, ketika agama tidak lagi mencerahkan masyarakat, terutama generasi muda, maka mereka akan mulai menjauh dari agama, seperti yang terjadi di negara-negara Barat.
Menag berharap agar hubungan antara agama dan negara dapat berjalan paralel, saling menguatkan dalam membangun bangsa. “Kita tidak ingin agama maupun negara menjadi lemah. Keduanya harus sama-sama kuat, itulah Indonesia,” tegasnya.
(christie)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan yang akan mengikuti J
PENDIDIKAN
JAKARTA Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan respons terkait hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempat
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada triwu
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang 12.000 Dollar Singapura (SGD) dalam amplop yang diduga diberikan Bupati Kuantan Si
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menyatakan perang terhadap peredaran narkotika di wilayah Aceh. Pernyataan itu disampaika
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Rasa syukur dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal mulai tumbuh di tengah para penyintas bencana yang me
NASIONAL
NAGAN RAYA Akses masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang sempat terputus akibat bencana hidrome
NASIONAL
Catatan redaksi Berita ini dibuat berdasarkan keterangan keluarga serta dokumen DPR RI dan kliping Pos Metro Medan yang diperlihatkan kepad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Ba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 16 saksi dalam penyidik
HUKUM DAN KRIMINAL