Prabowo Hadiri Munas NU di Bangkalan Usai Resmikan Jalan Daerah di Jawa Timur
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul
NASIONAL
SUMUT – Situasi politik di Tapanuli Tengah semakin memanas dengan terjadinya insiden antara calon Bupati Masinton Pasaribu dan Wakil Ketua DPRD Tapteng, Camelia Neneng. Insiden tersebut berawal dari dugaan penarikan baju yang dilakukan Masinton terhadap Camelia di Sibolang Durian, Medan.
Kejadian ini langsung memicu respons hukum dari kedua belah pihak. Camelia melaporkan Masinton ke Polrestabes Medan pada Senin (7/10) dini hari, mengklaim bahwa tindakan penarikan baju itu melanggar haknya. Menurut saksi mata, Ari Mitara, yang merupakan rekan Camelia, aksi tersebut mengakibatkan tiga kancing baju Camelia terlepas, menunjukkan intensi dari tindakan yang dilakukan Masinton.
Di sisi lain, Masinton tidak tinggal diam. Ia melaporkan balik Camelia ke Polda Sumut dengan tuduhan fitnah. Melalui langkah ini, Masinton berusaha membela diri dan menegaskan bahwa Camelia telah mendramatisir kejadian yang sebenarnya.
Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto, atau yang akrab disapa Bambang Pacul, memberikan tanggapan terkait konflik antara dua kader partainya ini. Dalam pernyataannya, Pacul menyarankan agar proses hukum yang sedang berjalan diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. “Yah, kalau ada proses hukum biar hukum lah yang menyelesaikan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).
Pacul mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden ini dan memilih untuk bersikap pasif, menunggu laporan dari kedua pihak kepada partai. “Aku nggak pernah mendapat (laporan), belum mendapat laporan untuk hal tersebut. Sebagai pimpinan fraksi, belum mendapat,” tambahnya.
Peristiwa ini tentunya menciptakan sorotan publik yang lebih luas, mengingat kedua tokoh ini memiliki posisi penting di partai dan daerah. Insiden ini menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, dengan banyak yang mempertanyakan etika dan profesionalisme para kader politik dalam menjalankan tugas mereka.
Konflik ini mencerminkan ketegangan internal di tubuh partai dan bisa jadi berdampak pada konsolidasi kekuatan menjelang pemilihan kepala daerah. Masyarakat pun berharap bahwa proses hukum ini dapat berjalan secara adil, dan semua pihak bisa kembali fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat.
(N/014)
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri memburu seorang buronan kasus narkotika jaringan Sumatera Uta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilay
NASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan akan menelusuri dugaan adanya pemberian uang kepada mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) usai melakukan ak
NASIONAL
JAKARTA Kasus dugaan fitnah ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke7 RI Joko Widodo akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Ja
POLITIK
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo menanggapi keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tidak menahan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma
POLITIK
JAKARTA Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdimaludin mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta usai aksi demonst
NASIONAL
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Muhammad Nasir resmi ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Bank Aceh Syariah untuk periode 202
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Rekaman wawancara Ketua BEM FH Universitas Bung Karno Muhammad Abdi Maludin kembali viral di media sosial. Dalam rekaman tersebu
NASIONAL