TP PKK Medan Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara, Libatkan Kader hingga Podcast Edukasi
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas menegaskan komitmennya dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara melalui penguat
KESEHATAN
JAKARTA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum mengumumkan hasil analisis laporan dugaan penerimaan gratifikasi yang melibatkan Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kasus ini terkait dengan penerbangan Kaesang menggunakan jet pribadi menuju Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada Agustus lalu.
Hasil analisis dugaan gratifikasi tersebut sebenarnya telah rampung sejak tanggal 23 September 2024. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, saat itu mengungkapkan bahwa analisis telah dikirim kepada pimpinan KPK untuk dibahas dan diumumkan ke publik. “Hari ini saya kirim ke pimpinan. Nanti pimpinan yang umumkan,” ujar Pahala.
Pengumuman Segera, tapi Tak TerwujudBeberapa hari setelah pengumuman hasil analisis telah rampung, juru bicara KPK, Tessa Mahardhika, menegaskan bahwa hasil analisis akan segera diumumkan. Ia berharap proses di kedua direktorat terkait dapat diselesaikan secepatnya. “Kita harapkan dalam waktu dekat proses di kedua direktorat itu dapat selesai dan dapat dibahas di tingkat pimpinan,” ujarnya.
Namun, harapan tersebut tampaknya tidak terwujud. Hingga hampir dua minggu setelah pengumuman tersebut, publik masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai hasil analisis yang seharusnya diumumkan oleh KPK.
Saling Lempar Tanggung JawabSituasi ini semakin rumit ketika Ketua KPK, Nawawi Pomolango, pada 24 September menyatakan bahwa ia belum menerima hasil telaah tersebut. Dalam konfirmasi mengenai kapan hasil penelaahan akan diumumkan, Nawawi justru meminta Pahala untuk memberikan informasi lebih lanjut. “Nanti Pak Pahala aja yang umumkan,” tegas Nawawi, menunjukkan adanya ketidakpastian dalam internal KPK mengenai langkah selanjutnya.
Pernyataan Nawawi menambah kebingungan, mengingat KPK sebelumnya telah berjanji untuk segera memberikan informasi. Penantian publik semakin panjang ketika Kaesang sendiri, dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa ia menunggu keputusan dari KPK. “Sudah saya laporkan, kami menunggu keputusan dari KPK,” ujarnya di Kabupaten Tangerang, Banten, pada 24 September.
Kaesang Akui Bepergian dengan TemanDalam klarifikasinya, Kaesang mengakui bahwa ia bepergian bersama istrinya, Erina Gudono, dan anggota keluarga lainnya. Ia menjelaskan bahwa pesawat yang digunakannya adalah milik seorang teman, dan ia hanya “nebeng” atau menumpang. Namun, ia tidak menjelaskan siapa teman tersebut. “Saya juga di dalam, mengklarifikasi mengenai perjalanan saya di tanggal 18 Agustus ke Amerika Serikat yang numpang atau nebeng pesawatnya teman saya,” ucapnya saat mengunjungi KPK.
Dari informasi yang beredar, teman yang dimaksud oleh Kaesang berinisial Y, yang diduga kuat adalah Ye Gang, petinggi dari Sea Limited (Sea Group). Kaesang yang merupakan putra bungsu Presiden Joko Widodo, tetap bersikukuh bahwa dirinya bukanlah penyelenggara negara atau pejabat yang dapat dikenakan sanksi terkait gratifikasi.
Dengan ketidakpastian mengenai pengumuman hasil analisis ini, publik semakin kritis terhadap transparansi dan kinerja KPK dalam menangani kasus ini. Masyarakat menantikan langkah selanjutnya dari KPK dan kejelasan mengenai dugaan gratifikasi yang melibatkan salah satu tokoh politik muda Indonesia. Dengan kerugian negara yang diperkirakan, semua mata kini tertuju pada KPK untuk mengambil langkah tegas dan jelas dalam mengatasi isu ini.
(N/014)
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas menegaskan komitmennya dalam menekan angka kematian akibat kanker payudara melalui penguat
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Bank Sumut, Rabu, 1 April 2026
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, meninjau fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. Pirngadi Medan, Rabu, 1 April 2026.
KESEHATAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan fungsi RSUD dr. Pirngadi Medan sebagai pusat
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur dengan menyasar 10.000 penerima manfaat pada 2026. P
PEMERINTAHAN
KLUNGKUNG Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyerahkan Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual (KI) secara sim
NASIONAL
ACEH UTARA Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Marzuki Ali Basyah, membuka latihan taktis Brimob bertajuk jungle warfare di wilayah pedalaman
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan Desa Adat Bawomataluo sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Desa tersebut dinilai mem
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta pemerintah kabupaten dan kota di Aceh mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) b
PEMERINTAHAN
TAPSEL Kapolres Tapanuli Selatan, Yon Edi Winara, menerima audiensi pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel di Mapolres
NASIONAL