BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Tensi Politik Pilgub Sumut Makin Memanas, Adi Prayitno: “Ini Perang Terbuka Bobby vs Edy”

BITVonline.com - Senin, 30 September 2024 02:32 WIB
Tensi Politik Pilgub Sumut Makin Memanas, Adi Prayitno: “Ini Perang Terbuka Bobby vs Edy”
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai tensi politik dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) semakin meningkat setelah kedua calon utama, Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution, saling berbalas serangan di muka publik. Adi menggambarkan fenomena ini sebagai ‘perang terbuka’ antara Bobby dan Edy, di mana keduanya kerap mengeluarkan kritik terbuka yang saling menegasikan.

“Saya kira ini adalah perang terbuka antara Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi. Saya melihat bahwa tensi Pilkada Sumut semakin memanas karena antar kandidat saling kritik secara terbuka, berbalas pantun politik yang saling menegasikan satu sama lain,” ungkap Adi kepada wartawan, Senin (29/9/2024).

Menurut Adi, perang terbuka ini mulai memanas saat pengundian nomor urut Pilkada Sumut pada Senin (23/9). Bobby Nasution, yang merupakan menantu Presiden Joko Widodo, memulai kritik dengan menyinggung soal jalan rusak di Sumatera Utara. Dia menyoroti proyek jalan senilai Rp 2,7 triliun yang dikerjakan pada era Gubernur Edy Rahmayadi dan menyebut bahwa proyek tersebut tidak tuntas.

Baca juga: Bobby Singgung Lagi Soal Jalan di Sumut, Minta Tak Lempar Tanggung Jawab

Dalam responsnya, Edy Rahmayadi tidak tinggal diam. Mantan Gubernur Sumut ini membalas kritik Bobby dengan membawa-bawa nama ‘Mulyono’, sebutan yang belakangan kerap digunakan sebagai sindiran terhadap Presiden Joko Widodo.

Kritik Balasan Edy dan Penggunaan Nama ‘Mulyono’

Adi Prayitno menganalisis pernyataan Bobby yang menyindir soal jalan rusak di Sumut. Menurutnya, Bobby ingin menyoroti program pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak sukses selama masa kepemimpinan Edy. Dalam pandangan Bobby, infrastruktur yang rusak adalah cerminan ketidakmaksimalan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Sumut, yang sebenarnya cukup besar.

“Bobby menilai, waktu Edy menjabat sebagai Gubernur di Sumut, banyak program yang tidak berjalan dengan baik, terutama dalam hal infrastruktur jalan. Padahal, APBD di Sumut cukup luar biasa besar, namun hasilnya tidak maksimal,” ujar Adi.

Namun, Edy Rahmayadi tak mau tinggal diam dan langsung menyerang balik Bobby Nasution dengan pernyataan tegas. Edy menyebutkan bahwa proyek jalan yang rusak tersebut bukanlah proyek Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinannya, melainkan proyek Pemerintah Pusat yang tidak selesai saat itu. Edy menyebutkan bahwa proyek tersebut adalah “kerjaan Mulyono”—mengacu pada Presiden Jokowi.

‘Mulyono’ Sebagai Sindiran Terhadap Jokowi

Adi Prayitno menjelaskan bahwa penggunaan nama ‘Mulyono’ belakangan ini sering digunakan untuk mencemooh Presiden Jokowi. Menurutnya, sebutan ini adalah cara untuk mem-bully atau merendahkan prestasi Presiden Jokowi, terutama dalam konteks pembangunan yang dinilai belum sesuai harapan publik.

“Nah, kata-kata ‘Mulyono’ itu belakangan digunakan untuk mencemooh, mem-bully, dan men-downgrade Jokowi sebagai pemimpin yang dinilai tidak sukses. Banyak pihak menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang jauh dari harapan rakyat,” jelas Adi.

Meski demikian, Bobby Nasution, yang merupakan menantu Presiden Jokowi, tidak tinggal diam dalam menghadapi sindiran ini. Bobby justru menggunakan momen tersebut untuk menyerang balik Edy Rahmayadi. Bobby secara tegas menyatakan bahwa ia adalah “anak mantu Mulyono,” menunjukkan bahwa dirinya tidak terpengaruh dengan kritik yang dilontarkan oleh Edy.

“Pernyataan Bobby ini sebenarnya adalah bentuk serangan balik kepada Edy Rahmayadi. Bobby ingin menunjukkan bahwa meskipun ia adalah menantu Jokowi, atau ‘anak mantu Mulyono’, ia siap menghadapi Edy Rahmayadi dalam Pilgub Sumut mendatang,” ungkap Adi.

Baca juga: Momen Edy Rahmayadi 2 Kali Singgung Nama Mulyono

Dinamika Politik Jelang Pilgub Sumut

Adi Prayitno memperkirakan bahwa perang terbuka antara Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi akan terus berlangsung hingga menjelang pemilihan. Kedua belah pihak diprediksi akan saling membuka keburukan rivalnya demi mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumatera Utara.

“Ini bagian dari perang terbuka antara Bobby dan Edy Rahmayadi. Jadi, segala keburukan masing-masing calon pasti akan diungkap ke publik dan saling menyudutkan. Namun, yang penting, sekalipun saling menyudutkan, hal-hal yang disampaikan harus terukur, rasional, dan sesuai dengan fakta-fakta. Karena memang esensi Pilkada itu adalah persaingan, dan tujuannya adalah untuk mempengaruhi pemilih di Sumut,” kata Adi.

Menurutnya, dalam kontestasi politik seperti Pilgub Sumut ini, persaingan dan kritik merupakan hal yang lumrah. Namun, setiap calon diharapkan mampu menjaga etika politik agar tidak terjadi polarisasi berlebihan di masyarakat.

Implikasi Bagi Pemilih di Sumatera Utara

Adi juga menyoroti bagaimana perang terbuka antara kedua kandidat ini bisa mempengaruhi persepsi pemilih. Pemilih di Sumatera Utara diharapkan mampu menilai secara objektif program-program yang ditawarkan oleh masing-masing kandidat, bukan hanya melihat serangan-serangan personal yang dilakukan.

“Saat tensi Pilkada meningkat, pemilih perlu lebih bijak dalam menyaring informasi. Jangan sampai terpengaruh oleh retorika yang tidak substansial. Yang terpenting adalah melihat visi, misi, dan program yang ditawarkan untuk kemajuan Sumut,” imbuh Adi.

Ia menambahkan bahwa Pilgub Sumut kali ini akan menjadi salah satu ajang pertarungan politik yang paling menarik untuk disimak, terutama dengan adanya dua figur besar yang saling berhadapan. Bobby Nasution sebagai figur muda dengan dukungan dari lingkaran Presiden Jokowi, dan Edy Rahmayadi sebagai petahana yang mencoba mempertahankan posisinya.

“Pertarungan ini akan menjadi barometer bagaimana masyarakat Sumut melihat masa depan provinsi mereka. Apakah mereka ingin perubahan yang ditawarkan oleh Bobby atau tetap mempertahankan kepemimpinan Edy? Ini akan sangat menarik untuk kita saksikan,” tutup Adi.(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru