BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Polisi Amankan Pelajar Terlibat Tawuran di Cikarang, Diberi Hukuman Sujud di Kaki Orangtua

BITVonline.com - Rabu, 25 September 2024 07:28 WIB
Polisi Amankan Pelajar Terlibat Tawuran di Cikarang, Diberi Hukuman Sujud di Kaki Orangtua
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI -Sejumlah pelajar yang terlibat tawuran di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, diamankan oleh Polsek Cikarang Utara. Kejadian ini berlangsung pada Selasa (24/9) dan melibatkan 29 pelajar di bawah umur. Para pelajar tersebut dihukum bersujud di kaki orangtua mereka sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan yang mereka lakukan.

Kapolsek Cikarang Utara, Sutrisno, menjelaskan bahwa aksi tawuran ini berhasil digagalkan berkat laporan cepat dari warga. “Mereka ini yang diamankan diduga akan melakukan tawuran dengan membawa benda sajam,” ungkap Sutrisno saat konferensi pers di Cikarang, Rabu (25/9).

Kejadian dan Penangkapan

Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas kepolisian menerima laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya persiapan tawuran. Polisi segera merespons dengan mendatangi lokasi dan mengamankan 29 pelajar beserta tujuh bilah senjata tajam, termasuk celurit dan pedang.

“Kecepatan respons warga yang melaporkan ke polisi menjadi kunci. Dengan sigap, kepolisian mendatangi tempat kejadian dan berhasil menggagalkan aksi tawuran tersebut,” kata Sutrisno.

Setelah diamankan, para pelajar tersebut dibawa ke Polsek Cikarang Utara untuk dilakukan pemeriksaan. Polisi kemudian memanggil orang tua para pelajar yang terlibat, serta perwakilan guru dari sekolah-sekolah terkait.

Hukuman yang Berarti

Di hadapan orang tua dan pihak sekolah, para pelajar tersebut diberi hukuman yang berbeda dari biasanya. Mereka dihukum bersujud di kaki orangtua masing-masing. Tindakan ini diharapkan dapat menyentuh hati mereka dan memberikan efek jera.

“Sampai saat ini kami memberikan arahan untuk memberikan surat pernyataan agar kita semua punya komitmen bersama untuk terus mengawasi anak-anak dan menjaga mereka agar tidak terlibat tawuran. Jangan sampai juga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Sutrisno dengan nada serius.

Tangis haru terlihat di antara orangtua dan pelajar saat mereka menjalani hukuman tersebut. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pelajar lain yang sering terlibat dalam tawuran.

Upaya Mencegah Tawuran

Kapolsek juga menegaskan pentingnya koordinasi antara pihak kepolisian, warga, dan pos kamling untuk meminimalisir kejadian tawuran di masa mendatang. “Kejadian ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelajar-pelajar yang sering terlibat dalam tawuran,” imbuh Sutrisno.

Diharapkan, upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak, serta mengurangi potensi kejahatan di kalangan remaja. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memantau dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar aksi tawuran tidak terulang di kemudian hari.

Dengan berbagai langkah yang diambil, diharapkan para pelajar dapat menyadari dampak negatif dari tawuran dan menjauhi tindakan tersebut demi masa depan yang lebih baik.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru