Pada Kamis pagi, nilai tukar Rupiah tercatat melemah 17 poin atau 0,10 persen, menjadi Rp16.309 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di level Rp16.292 per dolar AS. Menurut Lukman, meskipun laporan pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang tercatat di atas 5 persen menunjukkan kinerja yang positif, hal tersebut tidak cukup untuk menggerakkan nilai tukar Rupiah. "Faktor US masih sangat mendominasi," ujarnya.Selain itu, penundaan kebijakan tarif 25 persen yang direncanakan Amerika Serikat terhadap Kanada dan Meksiko juga dapat kembali menjadi beban ketika tenggat waktu 30 hari berakhir.(km/n14)