Harga Cabai Rawit Masih Pedas! Tembus Rp71.600 per Kg, Telur Ayam Rp29.800
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih berada di level tinggi pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi. Berdasarkan data Pusat Informasi Ha
EKONOMI
JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi iradiasi nuklir melalui fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET).
Fasilitas yang terletak di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) G.A. Siwabessy, Pasar Jumat, Jakarta, ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pemerintah, terutama dalam hal keamanan pangan dan peningkatan kualitas ekspor produk pangan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi electron beam (E-Beam) yang digunakan dalam fasilitas AEET memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan teknologi iradiasi lainnya, seperti gamma dan sinar-X. Teknologi ini terbukti lebih cepat, lebih efisien, dan lebih mudah dikontrol untuk berbagai kebutuhan sterilisasi produk.Baca Juga:
"Fasilitas AEET mampu melakukan proses sterilisasi hingga 25 ton produk dalam waktu sekitar 1,5 jam, menjadikannya salah satu fasilitas yang efisien untuk mendukung kebutuhan industri, terutama di sektor pangan, kesehatan, dan kosmetik," ungkap Arif Satria dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Produk Pangan
Arif menambahkan bahwa AEET berperan penting dalam meningkatkan kualitas ekspor produk pangan serta mendukung program makan bergizi nasional.
Salah satu manfaat utama teknologi ini adalah memperpanjang masa simpan bahan pangan, termasuk beras, rempah-rempah, makanan siap saji, hingga produk konsumen lainnya. Sterilisasi yang dilakukan dengan AEET dapat membuat produk tersebut memiliki daya simpan hingga ratusan hari.
"Produk yang dapat diproses melalui fasilitas ini termasuk bahan pangan, bahan baku kosmetik, produk kesehatan, dan bahan baku produk konsumen. Ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan sektor industri lainnya," jelas Arif.
Dampak Ekonomi Positif untuk Negara
Kerja sama antara BRIN dan industri dalam pengelolaan fasilitas AEET diharapkan juga akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.
Selama lima tahun masa kolaborasi, diperkirakan pendapatan yang dihasilkan mencapai sekitar Rp247 miliar, yang sebagian di antaranya akan berkontribusi pada penerimaan negara.
"Fasilitas AEET ini tidak hanya menguntungkan bagi sektor pangan, tetapi juga menunjukkan bagaimana penelitian dan teknologi dapat berkolaborasi dengan industri untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat ekosistem inovasi nasional," kata Arif Satria.
JAKARTA Harga cabai rawit merah masih berada di level tinggi pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi. Berdasarkan data Pusat Informasi Ha
EKONOMI
GORONTALO Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Provinsi Gorontalo untuk menghadiri puncak acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelay
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa proses pengungkapan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ti
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan segera memeriksa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan W
HUKUM DAN KRIMINAL
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto sempat membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Mu
POLITIK
JAKARTA Cristiano Ronaldo kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Kapten Timnas Portugal itu
OLAHRAGA
MAJALAYA Pelarian Taufik Hidayat (30), terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap pacarnya berinisial YTR (29), akhirnya berakh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan gaji guru dan pegawai negeri sipil (PNS) belum dapat ditingkatkan secara signifikan
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak pr
EKONOMI
HOUSTON Timnas Portugal tampil perkasa saat membungkam Uzbekistan dengan skor telak 50 pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Houston
OLAHRAGA