BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Pasar Terkerek, Rupiah Ditutup Lebih Kuat Didukung Sentimen Geopolitik

Adelia Syafitri - Selasa, 10 Maret 2026 16:36 WIB
Pasar Terkerek, Rupiah Ditutup Lebih Kuat Didukung Sentimen Geopolitik
ilustrasi. (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp16.863 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.

Posisi ini meningkat 0,51 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.949 per dolar AS.

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan domestik. Secara global, percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump dinilai membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan energi.

Baca Juga:

"Putin menyampaikan sejumlah proposal yang bertujuan mempercepat penyelesaian konflik dengan Iran," kata pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi.

Meskipun demikian, Iran menegaskan pihaknya tetap menentukan jalannya konflik. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menekankan, Teheran tidak akan mengizinkan ekspor minyak jika serangan AS dan Israel terus berlangsung.

Namun, harga minyak global tetap stabil di tengah opsi yang dipertimbangkan Washington, termasuk pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia dan pelepasan cadangan minyak darurat.

Di sisi domestik, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia per Februari 2026 sebesar 151,9 miliar dolar AS, menurun dari Januari 2026 yang mencapai 154,6 miliar dolar AS.

Penurunan ini disebabkan intervensi moneter untuk menstabilkan rupiah serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, cadangan devisa masih memadai, setara dengan 6,1 bulan impor dan 5,9 bulan untuk impor plus pembayaran utang luar negeri.

"Cadangan devisa saat ini masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan nasional," kata Ibrahim. Optimisme investor juga terbantu oleh persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Dengan berbagai faktor ini, rupiah mampu menguat meskipun sentimen global masih bergejolak akibat konflik Timur Tengah.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Iran Tawarkan Akses Bebas Melintas Selat Hormuz, Syaratnya Usir Diplomat AS dan Israel!
Trump Klaim “Perang Hampir Selesai”, Iran Ogah Dikendalikan: Masa Depan Kawasan Ini di Tangan Kami
Negara Teluk Memanas! Emir Kuwait dan PM Qatar Kecam Serangan Iran: Pengkhianatan Besar
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
IHSG Melejit 105 Poin! Investor Berebut Saham “Diskon” di Tengah Gejolak Minyak
Harga Emas Antam Naik Tipis, 1 Gram Kini Rp 3,047 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru