BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

Iran Tawarkan Akses Bebas Melintas Selat Hormuz, Syaratnya Usir Diplomat AS dan Israel!

Nurul - Selasa, 10 Maret 2026 12:04 WIB
Iran Tawarkan Akses Bebas Melintas Selat Hormuz, Syaratnya Usir Diplomat AS dan Israel!
Kapal tanker yang diledakan di Selat Hormuz. (foto: @IslanderWORLD/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menawarkan akses bebas hambatan melintasi Selat Hormuz kepada negara-negara Eropa dan Arab dengan syarat mereka mengusir diplomat dari Amerika Serikat dan Israel.

Kebijakan tersebut diumumkan melalui siaran televisi pemerintah Iran di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan militer AS dan Israel terhadap Teheran.

IRGC sebelumnya menutup Selat Hormuz dan menargetkan kapal tanker yang mencoba melintas sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026.

Baca Juga:

Pejabat militer Iran menyatakan bahwa kebebasan melintasi jalur pelayaran strategis itu akan dijamin bagi negara mana pun yang bersedia memutus hubungan diplomatik dengan Washington dan Tel Aviv.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Sekitar 20 persen pengiriman minyak harian global melewati jalur laut tersebut, yang menghubungkan produsen energi di Timur Tengah dengan pasar internasional.

Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan ketidakstabilan rantai pasokan global.

Menurut IRGC, langkah tersebut merupakan respons terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump yang disebut mempertimbangkan pengamanan sepihak terhadap jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.

Teheran menilai kebijakan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan regional.

Dengan menawarkan jaminan akses bagi negara-negara tertentu, Iran berusaha menekan pemerintah lain agar memilih antara mempertahankan hubungan diplomatik dengan AS dan Israel atau memastikan kelancaran pasokan energi mereka.

Pernyataan ini muncul setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Sementara itu, Trump sebelumnya menyatakan bahwa konflik antara AS dan Iran akan segera berakhir.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dorong UMKM Perkebunan Indonesia Berkelanjutan, Ida Yulidina Purbaya: Sawit, Kelapa, dan Kakao Jadi Kunci Kesejahteraan Masyarakat
Trump Klaim “Perang Hampir Selesai”, Iran Ogah Dikendalikan: Masa Depan Kawasan Ini di Tangan Kami
Negara Teluk Memanas! Emir Kuwait dan PM Qatar Kecam Serangan Iran: Pengkhianatan Besar
Presiden Prabowo Janji Beri Taklimat untuk Seluruh Warga Indonesia Terkait Gejolak Timur Tengah
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
IHSG Melejit 105 Poin! Investor Berebut Saham “Diskon” di Tengah Gejolak Minyak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru