BREAKING NEWS
Rabu, 29 April 2026

Budaya Hukum Jadi Kunci Kepercayaan pada Polri, Peneliti BRIN: Di Belanda, Masalah Diselesaikan Warga Sebelum Polisi Turun Tangan

Adelia Syafitri - Sabtu, 14 Maret 2026 11:45 WIB
Budaya Hukum Jadi Kunci Kepercayaan pada Polri, Peneliti BRIN: Di Belanda, Masalah Diselesaikan Warga Sebelum Polisi Turun Tangan
Ilustrasi. (foto: Dok. Polres Lampung Selatan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Budaya masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Demikian disampaikan Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Roz, dalam acara Speakup Kamtibmas yang digelar Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) bekerja sama dengan BRIN, Jumat (13/3/2026).

Menurut Syafuan, masyarakat dengan budaya hukum yang tinggi cenderung menaruh kepercayaan lebih besar terhadap aparat penegak hukum.

Baca Juga:

"Kalau budaya hukum masyarakat tinggi, tingkat kepercayaan terhadap kepolisian juga ikut meningkat," ujarnya.

Syafuan mencontohkan Belanda sebagai negara dengan tingkat kepercayaan publik terhadap polisi tertinggi di dunia.

Salah satu kuncinya, kata Syafuan, adalah penerapan sistem restorative justice, di mana masalah sosial diselesaikan terlebih dahulu di tingkat keluarga atau melalui hukum adat urban sebelum masuk ranah penegakan hukum.

"Di Belanda, masyarakat menyelesaikan persoalan internal terlebih dahulu sebelum polisi turun tangan," jelasnya.

Peneliti BRIN ini juga menyoroti peran akademisi dalam membantu reformasi Polri. Prof. Hermawan Sulistyo, ilmuwan politik dari Universitas Bhayangkara, disebut telah melatih jajaran kepolisian agar mampu bekerja profesional seperti di Jepang, Singapura, dan Belanda.

Syafuan menekankan bahwa tugas polisi bukan hanya menegakkan hukum secara kaku, tetapi juga menjaga stabilitas sosial.

"Yang tadinya jaga jarak terus menangkap, Prof Hermawan mengajarkan polisi kita berperan sebagai fasilitator sosial," katanya.

Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, menambahkan bahwa peran Polri selama Ramadan tidak sebatas pengamanan, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok.

Satgas yang dibentuk jajaran Polri bertugas memantau distributor dan tengkulak agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Asahan Gelar Apel Operasi Ketupat Toba 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran 1447 H
Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Yusril Tuding Ada Dalang di Balik Layar
Kapolda Aceh Tekankan Kearifan Lokal dan Perkuat Sinergi dengan KPP Pratama Banda Aceh
Antusiasme Warga Tinggi, Beras SPHP dalam Program Pangan Murah Polri Ludes Terjual
Sidang Paripurna Kabinet, Presiden Prabowo Pastikan Mudik 2026 Aman dan Lancar
Polda Sumut dan Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Targetkan Stabilisasi Harga Jelang Lebaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru