BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Sedimentasi Timbulkan Krisis Irigasi, Petani Tapanuli Selatan Terancam Kerugian Besar

Mora Siregar - Selasa, 29 April 2025 11:39 WIB
Sedimentasi Timbulkan Krisis Irigasi, Petani Tapanuli Selatan Terancam Kerugian Besar
Daerah Irigasi Paya Sordang yang berlokasi di Desa Simangintir, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan yang tampak dipenuhi sedimen setebal lebih satu meter. Kondisi ini mengganggu pasokan air ke areal persawahan masyarakat, Selasa (29/4
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPSEL -Saluran irigasi Paya Sordang, yang menjadi tulang punggung pertanian di wilayah Tapanuli Selatan, kini terancam oleh penyumbatan serius akibat tumpukan sedimentasi yang mencapai lebih dari satu meter.

Penyumbatan ini terutama berasal dari Sungai Kali Mati yang mengalir melalui Desa Simangintir, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Kepala Unit Pelaksana Lapangan Jaringan Irigasi Paya Sordang, Ahmad Jaiz, mengungkapkan bahwa sedimentasi yang terdiri dari pasir, kerikil, batu koral, dan lumpur ini telah menghambat aliran air, terutama pada saluran irigasi pintu kiri yang mengalirkan air ke ratusan hektare sawah di dua kecamatan penghasil padi utama, yaitu Kecamatan Batang Angkola dan Kecamatan Angkola Muaratais.

"Sedimentasi ini menyebabkan volume air berkurang drastis. Bahkan saat musim hujan, air meluber ke lahan lain yang tidak seharusnya tergenang," jelas Jaiz, Selasa (29/4/2025).

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Angkola Muaratais, Erwin, menegaskan bahwa lebih dari 500 hektare sawah di wilayahnya bergantung pada saluran irigasi ini. "Jika pasokan air terganggu, pola tanam bisa kacau, dan perekonomian petani akan sangat dirugikan," ujarnya.

Habibi, Koordinator BPP Kecamatan Batang Angkola, juga menggarisbawahi urgensi penanganan sedimentasi ini untuk mencegah gangguan ketahanan pangan di daerah.

Selain sedimentasi dari Sungai Kali Mati, masalah juga berasal dari bendungan induk Paya Sordang, yang semakin memperparah kondisi irigasi yang sudah sangat kritis.

Petani dan penyuluh pertanian setempat berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah sedimentasi ini guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Tapanuli Selatan.*

(at/J006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru