"Tough Guy", Sinyal Indonesia Penentu di BoP?
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
TAPTENG -Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tapanuli Tengah, Jalan Raja Junjungan Lubis, Kecamatan Pandan, Senin (2/6).
Mereka menuntut pertanggungjawaban atas insiden kebakaran yang terjadi di PLTU Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, pada Kamis, 8 Mei 2025 lalu.
Dalam aksinya, massa mendesak agar Manager PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin dicopot dan dilakukan audit menyeluruh atas insiden tersebut. Mereka juga meminta agar vendor yang terlibat dalam pemeliharaan turbin diperiksa, baik secara hukum maupun teknis.
Anggota DPRD Tapteng dari Fraksi Gerindra, Madayansyah Tambunan, membenarkan adanya aksi demo tersebut dan menyebutkan bahwa terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa kebakaran itu.
"Kebakaran terjadi usai proses overhaul turbin. Diduga turbin mengalami overspeed dan ada kelalaian operator. Ini patut kita pertanyakan, apakah vendor bekerja sesuai spesifikasi?" ungkap Madayansyah.
Ia menambahkan bahwa tuntutan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Tapteng.
Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Antonius Hutabarat, menyoroti lemahnya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PLTU.
"Mulai dari kecelakaan kerja hingga kebakaran turbin, semuanya menunjukkan K3 di sana sangat lemah. Bahkan dikatakan terbakar karena petir, padahal standar grounding PLTU itu sangat tinggi," ujarnya.
Kritik juga datang dari Ketua Komisi A DPRD Tapteng, yang berharap agar pihak asuransi tidak gegabah dalam mencairkan klaim sebelum penyebab kebakaran benar-benar jelas.
"Kami menduga ada kelalaian serius hingga unsur kesengajaan. Maka klaim asuransi harus dikaji ulang agar tidak timbul persoalan hukum di kemudian hari," ujar Joko Pranata Situmeang, anggota DPRD berlatar belakang hukum.
Dari pihak perusahaan, Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto, sebelumnya menyatakan bahwa insiden terjadi akibat sambaran petir yang memicu ledakan lokal. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dan prosedur darurat berjalan sesuai standar.
Namun, pernyataan ini menuai skeptisisme dari publik dan warganet. Beberapa netizen menyebut penjelasan tersebut tidak logis mengingat sistem grounding dan perlindungan petir di PLTU Labuhan Angin tergolong sangat tinggi.
Oleh Michael F. Umbas. TIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi aja
OPINI
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Per
NASIONAL
WASHINGTON DC Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika terbaru terkait kebijakan t
EKONOMI
MEDAN Bulan Ramadhan menjadi momentum utama bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah.Selain menahan lapar dan dahaga, ada sejumlah
AGAMA
DELI SERDANG Perayaan Imlek Bersama seDeli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili berlangsung meriah di Kito Convention Hall, Kecamatan Tan
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Kabupaten Deli Serdang menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus iklim investasi yang ramah lingk
PEMERINTAHAN
SITAHUIS Plh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ernita Naibaho, bersama mitra pem
PEMERINTAHAN
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL