Ekosistem Film Indonesia Terancam, Budi Mulyawan Dorong UMKM Jadi Tulang Punggung
JAKARTA Industri perfilman nasional, meski menunjukkan angka penonton yang tinggi dan pangsa pasar domestik mencapai 65 persen, dinilai
EKONOMI
JAKARTA -Pemandangan tidak mengenakkan menyambut pengendara yang melintas di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat. Kabel listrik dan fiber optik yang menggelantung Semrawut menghiasi jalur vital ini, menciptakan ketidaknyamanan dan bahaya yang nyata bagi para pengguna jalan.
Jalan protokol yang menghubungkan Kota Tangerang dan Jakarta Barat ini, seharusnya menjadi arteri lancar bagi berbagai jenis kendaraan. Namun, kondisi Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang kacau balau justru mengancam keselamatan publik.
Robi (25), seorang juru parkir di pertigaan Jalan Al Mubarok Raya dan Jalan Joglo Raya, mengekspresikan kekhawatirannya terhadap keadaan kabel-kabel yang terjuntai di sisi jalan. Meskipun ada petugas yang datang untuk mengecek kondisi kabel sekali sebulan, ia merasa heran mengapa kabel-kabel tersebut tidak dirapikan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.
“Saya pernah menyaksikan kecelakaan di sini. Seorang pengendara motor terjatuh karena kabel menyangkut di setang motornya. Ini sangat membahayakan,” ucap Robi kepada kumparan.
Nina (38), seorang penjual warmindo yang sudah berjualan di kawasan Joglo Raya sejak 2009, menyampaikan bahwa warga sekitar tampak acuh tak acuh terhadap masalah kabel semrawut ini. Ia jarang melihat petugas yang melakukan perbaikan atau pembersihan kabel-kabel tersebut secara teratur.
“Paling hanya petugas PLN yang kadang-kadang datang dengan menggunakan tangga untuk mengecek kabel-kabel itu,” kata Nina.
Bukan hanya masalah kebersihan visual, tetapi juga masalah keamanan yang signifikan. Kondisi ini bisa menjadi pemicu kecelakaan serius, seperti yang pernah dialami oleh pengendara motor yang terjatuh akibat kabel menjuntai di tengah jalan.
Selain itu, pernah terjadi kebakaran di gardu listrik dekat pertigaan Jalan Joglo Raya dan Jalan Al Mubarok Raya, yang disebabkan oleh korsleting akibat cuaca buruk. Hal ini menambah daftar potensi bahaya dari keadaan SJUT yang tidak tertata dengan baik.
Pemprov DKI Jakarta memang telah menginisiasi program penertiban kabel melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) sejak beberapa tahun lalu. Namun, implementasi dari program ini masih jauh dari sempurna. Proses penertiban yang bertahap belum mampu menangani seluruh titik rawan di Jakarta, termasuk di Jalan Joglo Raya.
Dalam upayanya untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI Jakarta telah melibatkan BUMD seperti PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Sarana Jaya. Namun, jumlah titik yang harus ditangani masih cukup besar, sehingga penertiban tidak berjalan secepat yang diharapkan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Wiwik Wahyuni, mengungkapkan bahwa meskipun telah ada progres dalam penertiban, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sasaran utama saat ini adalah memastikan bahwa kabel-kabel tersebut tidak lagi menggantung di udara, tetapi telah tertata rapi dan aman di bawah tanah.
Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap Pemprov DKI Jakarta dapat meningkatkan koordinasi dan akselerasi dalam penertiban SJUT. Keamanan dan keselamatan publik harus menjadi prioritas utama, sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman tanpa harus khawatir terjerat atau terkena dampak buruk dari kabel-kabel yang semrawut.
JAKARTA Industri perfilman nasional, meski menunjukkan angka penonton yang tinggi dan pangsa pasar domestik mencapai 65 persen, dinilai
EKONOMI
TAPANULI SELATAN Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, didesak segera mengevaluasi kinerja Plt Kepala Dinas Pendidikan terkait p
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri akan terus menjamin kebebasan berpendapat dan ruang kritik bagi mas
POLITIK
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras maupun ayam dari Am
EKONOMI
BINJAI S.A. Fipia Siregar, mewakili Ketua TP PKK Kota Binjai, mengikuti Sosialisasi Nasional Program PRASARA dan VISTARA secara virtual,
PEMERINTAHAN
PANDEGLANG Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menggunak
POLITIK
ASAHAN, 24 Februari 2026 Pemerintah Kabupaten Asahan resmi mengawali rangkaian Safari Ramadhan 1447 H dengan mengunjungi 13 kecamatan ya
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar lomba kebersihan ruangan di seluruh satuan kerja (Satker) dan asrama polisi (Aspol) selama dua hari, 26
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan akan menyempurnakan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelo
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menjelang Ramadan, fitur DANA Kaget dari DANA Indonesia kembali ramai dibagikan di media sosial. Sejumlah tautan yang beredar me
EKONOMI