Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah
Oleh Mohammad DawamPERINGATAN Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan implementasi
OPINI
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras maupun ayam dari Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini sekaligus menegaskan kondisi produksi pangan nasional saat ini berada dalam posisi surplus.
"Ngga ada kita impor ayam maupun beras. Beras kita sudah surplus 4,2 juta ton tahun 2025. Tahun ini produksinya diperkirakan akan jauh lebih tinggi," ujar Zulhas saat menghadiri buka bersama Fraksi PAN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).Baca Juga:
Ekspor Perdana Beras ke Arab Saudi
Zulhas menambahkan, surplus beras Indonesia akan dimanfaatkan untuk ekspor perdana ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026 dengan volume 2.280 ton. Ia meyakini tren surplus ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Sehingga untuk sementara, bahkan ke depan, kita akan terus surplus. Produksi beras dan jagung meningkat, dan tahun ini akan dibangun secara besar-besaran swasembada protein seperti ikan, ayam, dan telur," tambah Ketua Umum PAN tersebut.
Peningkatan Produksi Protein Nasional
Selain beras, pemerintah menargetkan pembangunan pabrik pakan ternak dan fasilitas pembibitan DOC (day old chick) di enam daerah, termasuk Lampung dan Malang, untuk meningkatkan produksi protein nasional.
Zulhas menegaskan pembangunan ini bertujuan memenuhi kebutuhan protein masyarakat tanpa mengandalkan impor.
"Kita akan membangun 2.000 kampung nelayan dan 20.000 hektar tambak tahun ini untuk mendukung ketahanan protein. Semua harus berjalan dengan baik, baik ayam maupun ikan," katanya.
Impor dari AS Tidak Mengganggu Produksi Lokal
Sebelumnya, pemerintah menekankan bahwa perjanjian dagang Indonesia dengan AS tidak akan memengaruhi produksi pertanian dalam negeri.
Oleh Mohammad DawamPERINGATAN Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan implementasi
OPINI
Oleh KrisnaINDONESIA kerap disebut sebagai salah satu negara paling majemuk di dunia. Di antara ratusan kelompok etnis yang hidup di Nusant
OPINI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saou
NASIONAL
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Balai Kota Medan, Senin (1/6/2026).
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Pengurus Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Dr. Haposan P. Batubara, SH
NASIONAL
PAPUA Satuan Tugas Teritorial Komando Operasi TNI Habema menghadirkan kebahagiaan bagi anakanak Papua melalui kegiatan pendidikan dan p
NASIONAL
MEDAN Timnas Vietnam U19 untuk sementara unggul di 45 menit pertama 10 dari Timor Leste dalam laga perdana turnamen Piala AFF U19 (ASEA
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri, maju, dan disegani dunia apabila menjalankan pri
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mendorong DPR RI agar segera mempercepat pembahasan Revisi UndangUndang (RUU) Pemilu.
POLITIK