BREAKING NEWS
Jumat, 27 Februari 2026

RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Zulhas Pastikan Tak Ada Impor dari AS

Nurul - Kamis, 26 Februari 2026 21:05 WIB
RI Surplus Beras 4,2 Juta Ton, Zulhas Pastikan Tak Ada Impor dari AS
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras maupun ayam dari Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini sekaligus menegaskan kondisi produksi pangan nasional saat ini berada dalam posisi surplus.

"Ngga ada kita impor ayam maupun beras. Beras kita sudah surplus 4,2 juta ton tahun 2025. Tahun ini produksinya diperkirakan akan jauh lebih tinggi," ujar Zulhas saat menghadiri buka bersama Fraksi PAN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga:

Ekspor Perdana Beras ke Arab Saudi

Zulhas menambahkan, surplus beras Indonesia akan dimanfaatkan untuk ekspor perdana ke Arab Saudi pada 28 Februari 2026 dengan volume 2.280 ton. Ia meyakini tren surplus ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

"Sehingga untuk sementara, bahkan ke depan, kita akan terus surplus. Produksi beras dan jagung meningkat, dan tahun ini akan dibangun secara besar-besaran swasembada protein seperti ikan, ayam, dan telur," tambah Ketua Umum PAN tersebut.

Peningkatan Produksi Protein Nasional

Selain beras, pemerintah menargetkan pembangunan pabrik pakan ternak dan fasilitas pembibitan DOC (day old chick) di enam daerah, termasuk Lampung dan Malang, untuk meningkatkan produksi protein nasional.

Zulhas menegaskan pembangunan ini bertujuan memenuhi kebutuhan protein masyarakat tanpa mengandalkan impor.

"Kita akan membangun 2.000 kampung nelayan dan 20.000 hektar tambak tahun ini untuk mendukung ketahanan protein. Semua harus berjalan dengan baik, baik ayam maupun ikan," katanya.

Impor dari AS Tidak Mengganggu Produksi Lokal

Sebelumnya, pemerintah menekankan bahwa perjanjian dagang Indonesia dengan AS tidak akan memengaruhi produksi pertanian dalam negeri.

Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Fithra Faisal Hastiadi, menegaskan produk impor dari AS bersifat terbatas dan tidak bersinggungan langsung dengan produksi lokal.

"Jumlah beras yang dibeli dari AS sangat terbatas dan tidak mengganggu pemasaran beras petani lokal. Komitmen ini aman untuk produksi nasional," jelasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan posisi Indonesia sebagai negara swasembada beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika perdagangan internasional.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PSI Bela MBG: Anak-anak Bisa Kelaparan Jika Program Ini Dihentikan
Buruan Klaim! Saldo DANA Gratis Rp112 Ribu dari DANA Kaget Ramadan
Gunung Tertinggi Amerika Selatan Menjadi Pelajaran: Ego Ditundukkan Demi Nyawa
Darurat Sampah Nasional, Binjai Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat Menuju Indonesia ASRI 2029
Darurat TPPO: Sumut Catat Korban Tertinggi di Indonesia, 1.583 Jiwa Terjerat Perdagangan Manusia
Harga Daging Ayam di Sumut Melonjak Jelang Ramadan, Bisa Tembus Rp51.500 per Kg!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru