BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Instagram Nahdlatul Ulama Banjir Kecaman Usai 5 Warga NU Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog

BITVonline.com - Senin, 15 Juli 2024 03:28 WIB
Instagram Nahdlatul Ulama Banjir Kecaman Usai 5 Warga NU Bertemu Presiden Israel Isaac Herzog
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM –Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada lima anggotanya yang bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Pertemuan ini memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama di media sosial.

Foto Pertemuan Menuai Kecaman

Beredarnya foto-foto kelima nahdliyin yang bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, di media sosial telah memicu gelombang kecaman. Para warganet mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap tindakan tersebut, mengingat agresi yang terus dilakukan oleh Israel terhadap Gaza, Palestina. Agresi tersebut telah menyebabkan banyak korban sipil, termasuk lansia, perempuan, dan anak-anak.

Identitas Lima Nahdliyin

Kelima orang yang menjadi pusat perhatian tersebut adalah Zainul Maarif, Munawir Aziz, Nurul Bahrul Ulum, Syukron Makmun, dan Izza Annafisah Dania. Hingga saat ini, belum jelas kapan dan apa tujuan dari pertemuan mereka dengan Presiden Israel tersebut.

Reaksi Warganet

Akun Instagram resmi @nahdlatululama menjadi sasaran kritik dari warganet yang kecewa. Banyak yang menganggap tindakan tersebut sebagai dukungan terhadap gerakan zionis Israel. Berikut beberapa komentar yang muncul di media sosial:

“Oh ngedukung zionis nih?” tulis seorang warganet dengan nada kesal.

“Kasihan para pendiri NU, sementara penerusnya gak ada empati sama perjuangan rakyat Palestina,” tulis lainnya.

“BANGGA AMAT KETEMU PENJAJAH, PAKE SENYUM2 SEGALA?” tulis seorang warganet dengan nada marah.

Tanggapan Ketua PBNU

Menanggapi kontroversi ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Savic Ali, menyatakan bahwa pertemuan tersebut tidak atas nama organisasi NU. Menurutnya, PBNU belum mengetahui dukungan pihak mana yang membuat kelima nahdliyin tersebut bisa berangkat ke Israel.

“Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” kata Savic Ali pada Minggu (14/7/2024).

Savic Ali sangat menyesalkan tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak memahami geopolitik serta kebijakan NU sebagai organisasi. Menurutnya, kelima nahdliyin tersebut tidak memahami perasaan seluruh warga NU yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kunjungan itu dinilai sebagai tindakan orang yang tak memahami geopolitik dan tak mengerti kebijakan NU secara organisasi,” tegasnya mengutip nu.or.id.

Kontroversi Berlanjut

Kontroversi ini tidak hanya berhenti pada kecaman warganet, tetapi juga mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap NU. Banyak yang berharap agar organisasi ini lebih tegas dalam menyikapi tindakan anggotanya yang dianggap menyimpang dari garis kebijakan resmi organisasi.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru