Satgas PRR Minta Anggaran Pemulihan Pascabencana Segera Direalisasikan, Fokus Bantu Penyintas
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
JAKARTA -Kisah mengenai 26.000 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak telah menjadi sorotan utama dalam ranah kebijakan perdagangan Indonesia. Kontainer-kontainer ini, dengan muatan yang masih menjadi tanda tanya besar, menimbulkan kekhawatiran dan keingintahuan dari berbagai pihak, termasuk dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pada Selasa (9/7/2024), Direktur Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Askolani, memberikan tanggapannya terkait permintaan Menperin untuk mengungkap isi kontainer-kontainer tersebut. Askolani menegaskan bahwa informasi terkait muatan kontainer dapat dilihat melalui perusahaan surveyor, bukan langsung dari Bea Cukai. Hal ini merujuk pada prosedur yang melibatkan Lembaga National Single Window (LNSW) sebelum informasi dapat diproses oleh kementerian yang relevan seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
“Kalau nanti ingin tahu isinya nanti bisa kita lihat, sebab itu bisa saja barang banyak pihak yang tangani sebelum ke Bea Cukai itu harus ke surveyor dulu apa isinya,” ungkap Askolani dalam pernyataannya kepada wartawan di Kompleks DPR RI.
Askolani juga menjelaskan bahwa barang-barang yang dimuat dalam kontainer-kontainer tersebut telah mengikuti prosedur izin perdagangan dan aturan Larangan dan Pembatasan (Lartas), yang menjamin bahwa tidak ada barang yang langsung lolos tanpa pemeriksaan yang ketat.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menyuarakan kekhawatirannya terkait dengan keberadaan 26.000 kontainer tersebut. Dalam acara “Sosialisasi PP Nomor 20 Tahun 2024 Tentang Perwilayahan Industri” di kantor Kemenperin, Jakarta, Agus mengungkapkan bahwa sebagai pembina industri, pihaknya memiliki kewajiban untuk mengetahui isi dari kontainer-kontainer tersebut guna merumuskan kebijakan yang tepat untuk melindungi industri dalam negeri.
“Saya memiliki kepentingan mengetahui apa isi dari 26.000 kontainer tersebut, karena kami wajib menyiapkan kebijakan untuk melakukan mitigasi terhadap barang-barang yang masuk ke dalam negeri,” jelas Agus.
Agus juga telah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk meminta data terkait isi muatan kontainer tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada respons resmi dari Sri Mulyani terkait permintaan tersebut.
Kontroversi mengenai 26.000 kontainer ini menunjukkan kompleksitas dalam pengelolaan perdagangan internasional Indonesia, di mana transparansi dan koordinasi antarlembaga menjadi krusial untuk memastikan keberhasilan dan keamanan dalam impor barang ke dalam negeri.
(N/014)
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong seluruh kementerian dan lemba
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar pelaku tindak pidana korupsi dijatuhi hukuman mati. Organisasi tersebut menilai kor
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka kembali akses platform forum daring Reddit di Indonesia setelah lebih
SAINS DAN TEKNOLOGI
SOLO Timnas U17 Indonesia harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah bermain imbang 11 dalam laga uji coba bertajuk Garuda Champio
OLAHRAGA
MEDAN Warga kawasan Medan Utara menyampaikan sejumlah keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program Sapa Warga y
PEMERINTAHAN
SERDANG BEDAGAI Seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ular, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera
PERISTIWA
JAKARTA Pengguna Android ternyata dapat mengetahui sisa masa dukungan perangkat dengan cara yang cukup mudah. Informasi ini penting untu
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan program keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PB
EKONOMI
JAKARTA Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.
NASIONAL
KISARAN Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut me
EKONOMI