Dalam Pertemuan Bilateral, Prabowo dan Raja Abdullah II Bahas Perdamaian Timur Tengah
AMMAN Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mendorong perdamaian berkelanjutan di Timu
INTERNASIONAL
Batu Bara, 07 Juli 2024 – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Batu Bara mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji ke-13 yang sangat dinantikan. Para ASN/PNS, melalui media, menyatakan ketidakpuasan dan kekecewaan mereka atas keterlambatan ini.
“Sampai sekarang gaji ke-13 belum masuk ke rekening kami,” cetus salah satu ASN Pemkab Batu Bara. Keterlambatan ini, menurut mereka, sangat membebani terutama pada saat kebutuhan keluarga dan pendidikan anak meningkat menjelang tahun pelajaran baru.
Mengapa Gaji ke-13 Belum Dibayar?
Gaji ke-13 merupakan tunjangan yang sangat diharapkan oleh ASN/PNS, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak, pembayaran kuliah, dan kebutuhan pokok keluarga. Keterlambatan pembayaran ini menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan ASN/PNS.
“Sangat mengecewakan. Banyak kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, belum lagi kebutuhan untuk anak sekolah dan bayar kuliah anak,” tambah salah satu ASN yang tidak ingin disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait Pemkab Batu Bara mengenai alasan keterlambatan pembayaran gaji ke-13. Ketidakjelasan ini semakin memicu keresahan dan kecurigaan di kalangan ASN/PNS.
Defisit Anggaran: Alasan atau Dalih?
Informasi yang diperoleh media menyebutkan bahwa Pemkab Batu Bara saat ini sedang mengalami defisit anggaran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin defisit anggaran dapat terjadi sedemikian rupa sehingga mengorbankan hak ASN/PNS?
Ada dugaan di kalangan ASN/PNS bahwa Pemkab Batu Bara mungkin saja sengaja menunda pembayaran gaji ke-13 untuk keperluan lain yang tidak transparan. “Jangan-jangan ada permainan di balik ini semua,” ujar seorang PNS dengan nada skeptis.
Kritik dan Tuntutan Transparansi
Situasi ini mencerminkan manajemen keuangan yang buruk di Pemkab Batu Bara. Pemerintah daerah seharusnya memiliki perencanaan anggaran yang matang, terutama untuk pembayaran hak-hak pegawai yang sudah diatur oleh peraturan pemerintah. Ketidakmampuan Pemkab Batu Bara dalam mengelola anggaran menunjukkan adanya kelemahan yang serius dalam tata kelola keuangan.
“Sudah saatnya Pemkab Batu Bara berbenah. Kami, ASN/PNS, membutuhkan kejelasan dan transparansi. Jangan sampai hak kami diabaikan dan dipermainkan,” tegas seorang ASN dengan nada marah.
Keterlambatan pembayaran gaji ke-13 bukan hanya masalah teknis, tetapi juga mencerminkan ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pegawainya. Dalam situasi seperti ini, ASN/PNS meminta agar Pemkab Batu Bara segera memberikan penjelasan resmi dan solusi atas masalah ini.
“Kami menuntut transparansi dan tanggung jawab dari Pemkab Batu Bara. Jangan sampai kami merasa diabaikan dan diperlakukan tidak adil. Gaji ke-13 adalah hak kami, bukan sesuatu yang bisa ditunda atau diabaikan,” tutup seorang PNS dengan tegas.
Kritik keras ini seharusnya menjadi cerminan bagi Pemkab Batu Bara untuk segera bertindak dan memperbaiki manajemen keuangan mereka. Keterlambatan pembayaran gaji ke-13 adalah cerminan dari masalah yang lebih besar dalam tata kelola pemerintahan yang harus segera diatasi.
(Rk/04)
AMMAN Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mendorong perdamaian berkelanjutan di Timu
INTERNASIONAL
MEDAN Anggota Komisi IV DPRD Medan, Zulham Efendi, mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Medan yang menurunkan tarif retribusi parkir
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memuji keseriusan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam
NASIONAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang dihim
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak banjir guna memulihkan konektivi
NASIONAL
MEDAN Para tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Porsea, Kabupaten Toba, Sumut, kini resah akibat belum dicairkannya uang jasa pelayanan (Jas
KESEHATAN
JAKARTA Komisi X DPR RI menyoroti perlunya percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera, dengan fokus utama pada sektor pendidikan. Ket
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas terhadap perusahaan tambang batu bara dan nikel yang diduga melanggar
NASIONAL
MEDAN Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perlu menitikberatkan pada moral dan masa depan generasi muda. Hal it
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuding Iran tengah mengembangkan rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika S
INTERNASIONAL