Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA -Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan penyitaan sebanyak 7,7 kilogram emas murni dalam bentuk batangan sebagai bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi emas ilegal. Kasus ini terkait dengan penyalahgunaan kewenangan oleh enam orang eks General Manager Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPPLM) PT. Antam periode 2010 hingga 2021.
Kapuspenkum Kejagung, Herli Siregar, menyampaikan bahwa penyitaan tersebut dilakukan setelah pemeriksaan mendalam terhadap hampir 100 saksi yang terkait dalam kasus ini. “Emas yang kami sita adalah fine gold dalam bentuk batangan. Proses pengusutan kasus ini terus berlanjut dengan harapan agar segera diselesaikan,” ungkap Herli di kantornya.
Kasus ini mencuat setelah Kejagung menemukan bukti kuat bahwa sebanyak 109 ton emas ilegal telah dicap dengan logo Antam, meskipun sejauh ini belum diungkapkan secara rinci dari mana asal emas yang disita tersebut. “Kami sudah menjerat enam tersangka dalam kasus ini, yang semuanya terlibat dalam kegiatan ilegal terkait peleburan, pemurnian, dan pencetakan logam mulia yang seharusnya merupakan domain PT. Antam,” tambah Herli.
Perkara ini menyoroti praktik ilegal di sektor logam mulia, di mana emas dengan cap Antam seharusnya hanya diproses dengan izin resmi dan sesuai kontrak dengan PT. Antam sebagai pemegang hak eksklusif merek tersebut. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa emas sebanyak 109 ton tersebut adalah emas asli, namun perolehannya berasal dari sumber yang ilegal.
Pada tahap penyelidikan, Kejagung telah melakukan penanganan kasus ini dengan serius, menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum dan perlindungan terhadap aset negara. “Kami berkomitmen untuk membawa kasus ini ke pengadilan dengan bukti-bukti yang kuat agar keadilan dapat ditegakkan,” tegas Herli.
Kasus ini juga menjadi perhatian masyarakat terkait kebijakan pengelolaan logam mulia di Indonesia, di mana transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci untuk menjaga integritas industri ini. Kejagung berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL