BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Serangan Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional: Budi Arie Setiadi Akui Minta Tebusan 8 Juta Dolar?

BITVonline.com - Senin, 24 Juni 2024 07:08 WIB
Serangan Ransomware Mengguncang Pusat Data Nasional: Budi Arie Setiadi Akui Minta Tebusan 8 Juta Dolar?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menghadapi kecaman dan pertanyaan dari wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Penyebabnya? Serangan yang menggemparkan Pusat Data Nasional (PDN), disebabkan oleh ransomware. Tak hanya merusak infrastruktur krusial, serangan ini juga memaksa pemerintah untuk menghadapi tuntutan tebusan yang mencapai angka fantastis.

“Ya, menurut tim, mereka meminta 8 juta dolar,” ujar Budi Arie, sambil mencoba menjelaskan seriusnya situasi ini kepada para media yang hadir. Dia menambahkan bahwa serangan ini berasal dari virus Lockbit 3.0.2, yang merupakan salah satu varian terbaru dari ancaman siber yang semakin mengkhawatirkan.

Namun, meskipun mengakui besarnya tuntutan tebusan, Budi Arie belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai asal usul serangan atau motif di baliknya. “Nantilah,” katanya singkat, meninggalkan banyak pertanyaan tanpa jawaban yang memuaskan.

Kejadian ini mencuat setelah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) mengalami gangguan serius, yang awalnya disamarkan dengan istilah “gangguan teknis” oleh pemerintah. Namun, para ahli IT dengan cepat mencurigai bahwa ada kemungkinan serangan ransomware yang bertanggung jawab atas kekacauan ini, mengingat lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan server yang terkena dampaknya.

Serangan tersebut ternyata tidak hanya merusak sistem PDN, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap layanan pemerintah. Gangguan ini terungkap setelah layanan imigrasi di semua bandara internasional Indonesia tiba-tiba terganggu pada pukul 04.00 WIB pada Kamis (20/6/2024), menyebabkan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang terjebak dalam proses pemeriksaan yang terhambat.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI Hinsa Siburian, mengonfirmasi bahwa serangan ini adalah bentuk ransomware yang dikenal sebagai Brain Cipher Ransomware. “Ini adalah pengembangan terbaru dari Ransomware Lockbit 3.0. Jadi, memang ransomware ini terus berkembang dan mengancam,” jelasnya dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta.

Digitalisasi telah memudahkan kehidupan kita dalam banyak cara, tetapi juga membuka pintu bagi ancaman siber yang semakin canggih. Dengan serangan ini sebagai contoh terbaru, keamanan data dan infrastruktur digital menjadi perhatian yang semakin mendesak bagi pemerintah dan organisasi di seluruh dunia.

Diharapkan bahwa langkah-langkah mitigasi dan pemulihan yang cepat dapat dilakukan untuk mengamankan data sensitif dan memperkuat pertahanan siber nasional. Namun, satu yang pasti, tantangan dalam dunia siber semakin kompleks dan memerlukan respons yang cepat dan tepat dari pihak berwenang.

Di tengah kekacauan ini, kini masyarakat dan pemerintah harus lebih waspada dan memperkuat pertahanan siber untuk menghadapi ancaman yang semakin canggih dan merusak seperti ransomware.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru