Korban Puting Beliung Masih Keluar Uang untuk Perbaikan Rumah, Bobby: Bantuan Jangan Malah Menyusahkan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
JAKARTA – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengkritik keras pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tidak diperlukan dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Usman menilai pernyataan tersebut memperburuk praktik impunitas, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan anggota TNI.
"Pernyataan 'wakil rakyat' semacam ini cermin telinga DPR yang tidak mau mendengar. Sikap seperti itulah yang memperkuat infrastruktur impunitas selama ini," ujar Usman melalui akun Instagram pribadinya, @usmanham_id, Kamis (2/4/2026).Baca Juga:
Usman menegaskan, sikap yang diambil oleh Sahroni berpotensi memperburuk situasi di mana aparat militer, dalam hal ini anggota TNI, sering kali terlibat dalam kasus kekerasan terhadap warga sipil, namun proses hukumnya ditangani secara eksklusif oleh institusi militer.
Menurut Usman, pernyataan Sahroni menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap masalah mendasar yang melibatkan militer dan sipil dalam kasus-kasus kekerasan.
Lebih lanjut, Usman mengingatkan bahwa TGPF seharusnya dibentuk dalam kasus ini, mengingat penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah tindak pidana umum yang melibatkan warga sipil.
"Kasus ini harus diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer. Penyerahan penyidikan kepada TNI berpotensi menimbulkan konflik kepentingan," kata Usman.
Usman juga mengkritik keras pernyataan Sahroni yang mengabaikan ketentuan dalam TAP MPR VII/2000, yang mengamanatkan agar prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus tunduk pada peradilan umum.
"Sahroni keliru besar. Sebagai badan legislatif, apa mereka lupa bahwa TAP MPR VII/2000 mengamanatkan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum tunduk pada kekuasaan peradilan umum, sedangkan tindak pidana militer tunduk pada peradilan militer?" tegas Usman.
Usman menilai bahwa pemahaman yang salah terhadap aturan ini dapat menyebabkan penanganan kasus-kasus pelanggaran hukum oleh militer tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga memperparah impunitas di Indonesia.
Usman mengingatkan bahwa jika penolakan terhadap pembentukan TGPF ini dibiarkan, maka kasus penyiraman Andrie Yunus berpotensi "digiring menuju jalan buntu."
Ia menyatakan bahwa ini akan menguatkan impunitas, yang selama ini menjadi masalah besar dalam penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam kasus yang melibatkan aparat negara.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut) menjatuhkan sanksi terhadap dua anggota pol
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lokasi ratusan rumah yang rusak akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Medan Johor, Kot
NASIONAL
TOBA Seorang siswa SMA berinisial GM, 17 tahun, tewas tenggelam di Danau Toba, tepatnya di Pantai Biru, Desa Lumban Silintong, Kecamatan
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara Kenal Pamit Wakapolda Sumatera Utara di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jum
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pemutaran film nasional Djamin Setia Selamanya yang mengangkat perjalanan hid
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat realisasi pembangunan fisik dan
PEMERINTAHAN