Survei Poltracking: 55,6 Persen Publik Puas dengan Program MBG, Mayoritas Minta Dilanjutkan
JAKARTA Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) men
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, tengah terlibat dalam polemik terkait pemberian bantuan sosial (bansos) kepada korban judi online. Perbedaan pendapat antara keduanya menjadi sorotan utama dalam diskusi mengenai pemberdayaan sosial di Indonesia.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa korban judi online, yang sering disebut dengan sebutan judol, tidak layak mendapatkan jatah bansos sebagaimana halnya masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial secara nyata. Dengan nada yang sedikit santai, Airlangga bahkan menyamakan korban judi online dengan para pengemudi ojek online (ojol), yang pada tahun 2022 pernah menerima bantuan langsung tunai (BLT) akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Namun, pandangan Airlangga ini bertolak belakang dengan pernyataan Muhadjir Effendy, yang mengusulkan agar korban judi online dimasukkan dalam daftar penerima bansos dari pemerintah. Menurut Muhadjir, masyarakat miskin baru yang merupakan korban judi online perlu mendapat perhatian khusus dalam program bantuan sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah. Bahkan, Muhadjir menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan advokasi untuk korban judi online dan memasukkan nama-nama mereka ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Polemik antara Airlangga dan Muhadjir ini memperlihatkan perbedaan pandangan dalam penanganan masalah sosial di Indonesia. Sementara Airlangga menekankan pentingnya memberikan bantuan sosial kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, Muhadjir berpendapat bahwa korban judi online juga merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.
Diskusi mengenai pemberian bansos kepada korban judi online ini mencerminkan kompleksitas dalam penanganan masalah sosial di tengah masyarakat. Di satu sisi, perlu adanya ketegasan dalam menangani praktik perjudian online yang merugikan banyak pihak. Namun di sisi lain, juga penting untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada para korban yang terjerat dalam praktik tersebut.
Dengan berbagai pandangan yang berbeda, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh dan menemukan solusi yang tepat guna menangani masalah ini secara holistik dan berkelanjutan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial dan menjamin perlindungan bagi seluruh lapisan masyarakat.
(N/014)
JAKARTA Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) men
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah resmi menyepakati rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita menyusul lonjakan harga minyak sawit mentah a
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut untuk mempercepat pelaksanaan Program
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah Indonesia dan Filipina menjajaki kerja sama perdagangan melalui skema barter sebagai upaya memperkuat hubungan dagang s
EKONOMI
JAKARTA Perwakilan Gerakan Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi), Syamsuddin Alimsyah, menilai langkah Universitas Gadjah Mada (UGM) menggugat p
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel divonis empat tahun enam bulan penjara setelah dinyat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan yang saat
NASIONAL
DELI SERDANG Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu
PERISTIWA
JAKARTA Presiden ke6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran
NASIONAL
JAKARTA Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bantuan pangan pemerintah ke depan tidak akan selalu berupa beras dan Minyakita. Pe
EKONOMI