BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Bank Indonesia (BI) Menyikapi Pelemahan Rupiah , Bakal Sampai Kapan?

BITVonline.com - Rabu, 12 Juni 2024 06:12 WIB
Bank Indonesia (BI) Menyikapi Pelemahan Rupiah , Bakal Sampai Kapan?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Alam menghadapi tren pelemahan rupiah yang tengah terjadi, Bank Indonesia (BI) memberikan tanggapannya melalui pernyataan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti pada rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, pada Selasa (11/6/2024).

Destry menjelaskan bahwa meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, hal ini masih dalam batas yang terkendali karena ketahanan eksternal yang terjaga, dan nilai tukar rupiah masih relatif stabil seiring dengan kebijakan moneter yang diterapkan oleh BI.

Menurut Destry, sejak akhir Desember 2023 hingga saat ini, pelemahan rupiah mencapai 4,93%. Namun, angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara-negara tetangga seperti Filipina, Korea Selatan, dan Thailand yang sudah melebihi angka 5%.

BI juga berupaya untuk mendorong imbal hasil yang menarik melalui kebijakan suku bunga acuan. Selain itu, BI juga aktif di pasar dan siap untuk melakukan intervensi apabila diperlukan.

Destry menegaskan bahwa ke depan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh sejumlah ekonom bank yang meyakini bahwa pelemahan rupiah saat ini hanya bersifat sementara. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, memprediksi bahwa rupiah akan kembali ke level Rp 16.100/USD setelah kuartal II 2024.

Josua menekankan bahwa kondisi perekonomian dalam negeri Indonesia sebenarnya sangat baik, dengan inflasi yang berhasil kembali di bawah 3% pada bulan Mei dan peningkatan cadangan devisa Indonesia.

Namun, pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti penyelenggaraan ibadah haji dan pembayaran bunga utang pemerintah dalam mata uang dolar. Selain itu, pasar juga menanti pengumuman data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan akan dilakukan pekan ini.

Meskipun terjadi ketegangan di pasar terkait ekspektasi suku bunga acuan The Federal Reserve, BI telah berkomitmen untuk terus berada di pasar dengan berbagai instrumen dan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh BI dan optimisme dari sejumlah ekonom, diharapkan pelemahan rupiah saat ini dapat diatasi dengan baik dan nilai tukar rupiah dapat kembali stabil dalam waktu yang tidak terlalu lama.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru