Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA -Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Palestina, jika ada permintaan resmi dari PBB. Hal ini diungkapkan sebagai tanggapan terhadap proposal Presiden AS Joe Biden terkait langkah-langkah menuju gencatan senjata di Gaza.
Menanggapi pernyataan Prabowo, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, menegaskan bahwa TNI telah lama terlibat dalam operasi perdamaian, sejak tahun 1957. Gumilar menegaskan bahwa TNI siap untuk berpartisipasi dalam operasi perdamaian PBB kapan pun jika diperintahkan, menggarisbawahi pentingnya peran TNI di wilayah-wilayah konflik.
“Bagi TNI tidak masalah dan siap untuk berangkat dalam penugasan operasi perdamaian PBB kapan juga jika diperintahkan,” kata Gumilar.
Peran TNI dalam menjaga perdamaian di wilayah-wilayah konflik telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 45, dengan pasukan perdamaian TNI masih bertugas di sejumlah negara hingga saat ini. Gumilar menekankan bahwa TNI siap melaksanakan operasi perdamaian di bawah bendera PBB ke mana pun jika menjadi perintah negara.
Prabowo sendiri mengungkapkan niatnya untuk mengirim pasukan TNI dalam pidatonya di Shangri-La Dialogue di Singapura. Ia menyebut bahwa proposal Presiden AS Joe Biden perihal langkah-langkah menuju gencatan senjata di Gaza adalah langkah yang benar.
“Jika dibutuhkan dan diminta PBB, kami siap menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian yang signifikan untuk memelihara dan memantau gencatan senjata, serta memberikan perlindungan dan keamanan untuk semua pihak,” ucap Prabowo, menggarisbawahi keseriusan Indonesia dalam berkontribusi pada perdamaian Gaza.
Dengan pernyataan dari kedua belah pihak, Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga perdamaian global dan kemanusiaan, serta kesiapan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan konflik di Gaza.
(N/014)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.