Kisah Inspiratif Muhammad Maulana, Putra Ketua PWM Aceh yang Lulus S2 UGM Cumlaude
YOGYAKARTA Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan. Muhammad Maulana, putra Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. M
SOSOK
MEDAN -Fenomena parkir liar kembali mencuat dalam sorotan masyarakat, memicu debat sengit di ranah maya tentang etika dan dampak sosial dari praktik ini. Dari sisi satu, ada yang menganggap memberikan upah ke tukang parkir liar sebagai bentuk kebaikan yang tak merugikan secara signifikan. Namun, dari sisi lain, ada yang menyoroti bahwa praktik ini bisa memberikan penghasilan besar kepada oknum-oknum tukang parkir liar, menimbulkan pertanyaan tentang kesetaraan ekonomi dan dampaknya pada keberlangsungan profesi lain.
Dalam sebuah itung-itungan sederhana, penghasilan tukang parkir liar bisa mencapai angka yang cukup menggiurkan. Dengan asumsi jam kerja mirip dengan pegawai kantoran, yakni 22 hari kerja dengan 7 jam per hari, dan dengan tarif parkir rata-rata Rp2 ribu per kendaraan motor, seorang tukang parkir hanya perlu 7 kendaraan per jam untuk melebihi Upah Minimum Provinsi (UMP). Bahkan, jika berhasil memarkirkan 150 kendaraan per hari, penghasilannya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah di atas UMP di beberapa daerah.
Namun, perhitungan tersebut hanya bersifat kasar dan tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang bisa membuat penghasilan tukang parkir liar semakin besar. Contohnya adalah adanya tarif parkir untuk mobil yang lebih tinggi daripada motor, serta kemungkinan bagi tukang parkir untuk bekerja penuh tanpa hari libur.
Namun, di balik potensi penghasilan yang menggiurkan tersebut, praktik parkir liar juga mengundang kekhawatiran akan dampak sosialnya. Bukan hanya merugikan pemilik tempat parkir resmi, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat umum yang harus menghadapi tekanan untuk memberikan upah, terlepas dari kewajiban sebenarnya. Selain itu, praktik ini juga menciptakan lingkungan yang kurang teratur dan mengganggu ketertiban umum di ruang publik.
Debat tentang tukang parkir liar menggambarkan kompleksitas masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat kita. Sementara di satu sisi ada argumen tentang keadilan sosial dan hak setiap individu untuk mencari penghidupan, di sisi lain, ada kebutuhan untuk menegakkan aturan dan menciptakan lingkungan yang lebih teratur dan aman bagi semua orang. Maka, dibutuhkan pendekatan yang holistik dan solusi yang tepat untuk mengatasi fenomena parkir liar ini secara efektif.
(N/014)
YOGYAKARTA Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan. Muhammad Maulana, putra Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. M
SOSOK
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya membangun tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan program besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan. Menteri Koordinator Bid
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Marsekal (
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan tiga tersangka dalam pengembangan perkara dugaan suap pengurusan dana hibah k
HUKUM DAN KRIMINAL
SAMOSIR Jembatan Tanjung Horbo yang berada di kawasan Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, amblas setelah diterjang luapan Sun
PARIWISATA
MEDAN Tiga mantan pejabat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dipercaya mengemban jabatan strategis di Kejaksaan Agung Republ
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Deli Serdang masih mendalami dugaan peny
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dunia hiburan Tanah Air diwarnai dua kabar bahagia pada Rabu (22/7/2026). DJ Nathalie Holscher dijadwalkan melangsungkan pernika
ENTERTAINMENT
GUNUNGSITOLI Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat sektor pendidikan di Kepulauan Nias. Salah satu upaya y
PENDIDIKAN