BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

Jokowi Transfer Rp609 Triliun Untuk Desa Selama 9 Tahun, Mengubahnya Seperti Apa?

BITVonline.com - Kamis, 02 Mei 2024 02:27 WIB
Jokowi Transfer Rp609 Triliun Untuk Desa Selama 9 Tahun, Mengubahnya Seperti Apa?
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Sejak awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah telah menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui program Dana Desa. Angka fantastis Rp 609,68 triliun yang diucurkan dari APBN selama periode 2015-2024 telah mengubah wajah ribuan desa di seluruh Indonesia.

Dalam sebuah diskusi yang digelar di Gunung Kidul, Yogyakarta, Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Jaka Sucipta, menyampaikan rincian penuh capaian dan dampak dari Dana Desa ini.

Program yang dicanangkan memiliki fokus yang jelas: penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur dasar. Sekitar 25% dari total dana dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, menyentuh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan data yang terukur dari Pemerintah Pusat. Sedangkan, sekitar 20% dana digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan dan hewani.

Namun, pencapaian Dana Desa tidak hanya terlihat dari angka-angka yang mengagumkan. Di balik statistik, ada kisah-kisah nyata tentang perubahan yang terjadi di setiap sudut desa. Contohnya adalah Desa Ngelanggeran di Yogyakarta, yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara signifikan berkat alokasi dana desa yang tepat.

Dana Desa bukan sekadar “uang jajan” untuk desa-desa. Melalui berbagai program pembangunan, seperti pembangunan posyandu, sarana air bersih, Polindes, PAUD, hingga infrastruktur jalan dan jembatan, Dana Desa telah membuka jalan bagi kemandirian dan kemajuan desa-desa di Indonesia.

Pencapaian tersebut tidak terjadi begitu saja. Di baliknya ada perjuangan para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta partisipasi aktif dari masyarakat desa sendiri. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.

Namun, tantangan juga masih menghadang. Salah satunya adalah upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) agar desa-desa dapat mandiri secara finansial. Ini merupakan langkah penting ke depan agar pembangunan di desa tidak hanya mengandalkan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

Karena itulah, melalui perjalanan Dana Desa selama periode 2015-2024, tergambar betapa pentingnya peran kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan visi kesejahteraan dan kemajuan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru