JAKARTA -Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat demo putusan MK di Patung Kuda, Jakarta, di mana Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, ambruk di tengah orasi dan hendak menunaikan salat zuhur. Kejadian ini menjadi sorotan karena menggambarkan kekuatan emosional dan fisik dalam aksi unjuk rasa tersebut.
Din Syamsuddin sebelumnya telah menyampaikan orasi mewakili Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GPKR). Meskipun mengalami masalah kesehatan dengan sakit tenggorokan dan demam, ia tetap memberikan orasi selama 15 menit sebelum berencana untuk mengikuti salat zuhur berjemaah.
Namun, dalam momen yang dramatis, Din ambruk dan harus dipapah oleh para jemaah. Kejadian ini menyiratkan atmosfer tegang dan penuh emosi dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di tengah ketegangan menunggu putusan MK terkait sengketa pilpres.
Di samping kejadian tersebut, Din juga memberikan komentarnya terkait kemungkinan hasil putusan MK terhadap gugatan sengketa pilpres. Menurutnya, gugatan dari Tim Paslon 01 dan 03 kemungkinan besar akan ditolak oleh majelis hakim MK. Namun, ia juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap pendekatan hukum semata oleh MK, tanpa mempertimbangkan aspek etika dan moral dalam putusannya.
Kejadian ini menjadi refleksi dari kompleksitas suasana politik dan hukum di Indonesia, di mana aksi demonstrasi berbaur dengan kritik terhadap institusi dan proses hukum yang sedang berlangsung di MK. Bagaimanapun juga, kejadian ini menunjukkan bahwa proses demokrasi di Indonesia terus mengalami dinamika yang kompleks dan beragam.
(N/014)
Din Syamsuddin Ambruk Usai Orasi saat Demo Putusan MK di Patung Kuda