BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Bobby Luncurkan Proyek BRT Medan-Binjai-Deli Serdang, Nilai Investasi Rp 1,6 T

BITVonline.com - Jumat, 19 April 2024 11:09 WIB
Bobby Luncurkan Proyek BRT Medan-Binjai-Deli Serdang, Nilai Investasi Rp 1,6 T
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.

Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.

Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.

Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.

Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.

Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.

Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum. 

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, telah mengambil langkah besar dalam memajukan sistem transportasi publik dengan meluncurkan proyek Mass Transit Project (MASTRAN) berupa bus rapid transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) pada Jumat (19/4). Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadi salah satu inisiatif besar dalam memperbaiki mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Proyek MASTRAN di Mebidang dibiayai oleh Bank Dunia dan Agence Francaise Developpement (AFD) sebesar Rp 1,9 triliun, menandai komitmen serius dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan dan efisien. Bobby Nasution menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum guna menekan angka polusi dan memperbaiki kualitas udara di kawasan Mebidang.

Menurut Bobby, proyek MASTRAN ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya dalam memberikan solusi transportasi yang lebih efisien tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. Dengan target beroperasi penuh pada 2027, proyek ini akan menyediakan 515 unit BRT dengan 32 halte on corridor, serta 1000 halte lainnya yang akan dibangun dengan jarak rata-rata 500 meter.

Direncanakan akan ada 17 koridor di mana jalur khusus BRT akan tersedia, menghubungkan berbagai titik penting di Mebidang. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalur khusus, trotoar, terminal, dan depo juga akan dibangun untuk mendukung operasional BRT secara optimal.

Dalam tahap awal, fokus pembangunan akan diberikan pada 3 depo utama, yaitu Depo Tanjung Sari, Amplas, dan Pinang Baris. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem transportasi modern yang memadukan efisiensi, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui proyek ini, diharapkan Medan dan sekitarnya dapat mengalami transformasi positif dalam mobilitas dan penggunaan transportasi umum.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru