BANJAR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan dua terminal di Jawa Barat, yaitu Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung dan Terminal Banjar di Kota Banjar. Dalam peresmian tersebut, Presiden Jokowi menyoroti persepsi negatif masyarakat terhadap kondisi terminal yang kerap dianggap kumuh, tidak rapi, dan kotor. Melalui revitalisasi terminal, Jokowi berharap dapat mengubah pandangan tersebut.
Di Terminal Leuwipanjang, Jokowi memuji hasil revitalisasi dengan biaya sekitar Rp 70 miliar, menyatakan kekagumannya terhadap transformasi terminal yang kini terlihat sangat baik. Ia juga menekankan pentingnya peran terminal dalam mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, sebagai langkah untuk mengatasi masalah kemacetan yang semakin meresahkan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Jabodetabek.
Jokowi menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kemacetan, mengestimasi kerugian hingga Rp 100 triliun setiap tahunnya. Oleh karena itu, ia mendorong penggunaan transportasi umum seperti bus, kereta api, LRT, MRT, dan kereta cepat untuk mengurangi beban kemacetan di jalan.
https://youtu.be/8maBcCX6fV0
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Jokowi dalam meningkatkan infrastruktur transportasi publik sebagai upaya untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi beban kemacetan di jalan. Semoga revitalisasi terminal dan peningkatan pelayanan transportasi umum dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
(A/08)
Momen Presiden Joko Widodo Resmikan Terminal Leuwipanjang dan Banjar