Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Lewat unggahan di X, Minggu (5/4/2026), SBY menekankan perlunya tindakan tegas dari PBB untuk menghentikan atau memindahkan penugasan kontingen Indonesia dari wilayah konflik aktif.
"Tiga prajurit TNI yang gugur—Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon—telah mengorbankan jiwa dan raga demi negara. Hati saya ikut tergetar," tulis SBY.
Baca Juga:
SBY mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendesak PBB melakukan investigasi serius terkait insiden beruntun yang menimpa prajurit Indonesia.
Menurutnya, investigasi dalam situasi pertempuran dinamis memang menantang, tetapi tetap bisa dilakukan dengan hasil yang logis dan dapat diterima.
SBY menekankan, kontingen Indonesia bertugas di "Blue Line," wilayah netral yang memisahkan Lebanon dan Israel.
Namun, belakangan, lokasi penugasan sudah masuk zona perang aktif, di mana pasukan Israel dilaporkan maju hingga 7 km dari garis perbatasan.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi para peacekeeper.
"Dengan kondisi seperti ini, PBB harus segera mengambil keputusan tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL atau memindahkan mereka ke luar medan pertempuran," kata SBY.
Ia juga mendorong Dewan Keamanan PBB segera bersidang dan mengeluarkan resolusi jelas terkait keselamatan pasukan Indonesia.
SBY menambahkan, Indonesia telah aktif berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon sejak 2006.
Hingga saat ini, 19 kontingen Garuda telah bertugas, dengan masa penugasan rata-rata satu tahun.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.