BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan UNIFIL dan Pindahkan Kontingen ke Zona Aman

Nurul - Minggu, 05 April 2026 13:42 WIB
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan UNIFIL dan Pindahkan Kontingen ke Zona Aman
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: tangkapan layar yt Susilo Bambang Yudhoyono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Lewat unggahan di X, Minggu (5/4/2026), SBY menekankan perlunya tindakan tegas dari PBB untuk menghentikan atau memindahkan penugasan kontingen Indonesia dari wilayah konflik aktif.

"Tiga prajurit TNI yang gugur—Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon—telah mengorbankan jiwa dan raga demi negara. Hati saya ikut tergetar," tulis SBY.

Baca Juga:

SBY mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendesak PBB melakukan investigasi serius terkait insiden beruntun yang menimpa prajurit Indonesia.

Menurutnya, investigasi dalam situasi pertempuran dinamis memang menantang, tetapi tetap bisa dilakukan dengan hasil yang logis dan dapat diterima.

SBY menekankan, kontingen Indonesia bertugas di "Blue Line," wilayah netral yang memisahkan Lebanon dan Israel.

Namun, belakangan, lokasi penugasan sudah masuk zona perang aktif, di mana pasukan Israel dilaporkan maju hingga 7 km dari garis perbatasan.

Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi para peacekeeper.

"Dengan kondisi seperti ini, PBB harus segera mengambil keputusan tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL atau memindahkan mereka ke luar medan pertempuran," kata SBY.

Ia juga mendorong Dewan Keamanan PBB segera bersidang dan mengeluarkan resolusi jelas terkait keselamatan pasukan Indonesia.

SBY menambahkan, Indonesia telah aktif berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon sejak 2006.

Hingga saat ini, 19 kontingen Garuda telah bertugas, dengan masa penugasan rata-rata satu tahun.

"Sebagai sesepuh TNI, saya sampaikan kepada Kontingen Garuda XXIII/S di Lebanon untuk tetap bersemangat, menjaga diri, dan menjalankan tugas mulia.

eluarga di Tanah Air menunggu kepulangan kalian," ujar SBY.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian Indonesia yang ditempatkan di wilayah konflik internasional.*


(d/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
9 Ketua Ormas Temui Jokowi di Solo, Apa Tujuannya?
Jokowi Telepon Putra Mahkota Arab Saudi: Yang Mulia MBS, Kapan Perangnya Selesai?
Iran Balas Keras Ultimatum 48 Jam Trump: "Pintu Neraka Akan Terbuka Untukmu!"
Pangdam IX/Udayana Serahkan Rumah dan Bantuan kepada Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Menlu Sugiono Tuntut Investigasi Menyeluruh atas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon
Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Tugas Perdamaian di Lebanon, Prabowo: Terima Kasih atas Pengabdian Mereka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Dor! Dor!

Dor! Dor!

Oleh Dahlan IskanDOR!Mungkin tidak ada yang tewas oleh tembakan Presiden Prabowo di sidang pleno DPR kemarin. Tapi yang terluka pasti banya

OPINI