Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam 100 hari pertama mereka. Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertajuk “100 Hari Kabinet 100 Menteri, Antara Harapan dan Tantangan”, di Jakarta, pada Jumat (31/1/2025).
Menurut AHY, meski pemerintah baru saja menjalani periode tiga bulan pertama, periode tersebut hanya mencakup sekitar 5 persen dari total masa jabatan lima tahun. “Saya sudah hitung. Kalau tidak percaya silakan hitung sendiri, 5 tahun itu 1.826 (hari). Dari 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2029, tiga bulan pertama itu hanya sekitar 5 persen,” ujar AHY.
Oleh karena itu, AHY menekankan bahwa publik sebaiknya tidak terburu-buru untuk menilai kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam waktu yang begitu singkat. “Terlalu awal untuk kita langsung menyimpulkan ini sukses atau ini gagal,” tambahnya.
AHY juga mengakui adanya harapan dan ekspektasi tinggi dari masyarakat terhadap pemerintahan yang baru berusia tiga bulan ini. Harapan tersebut tercermin dari berbagai survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, AHY mengingatkan bahwa pencapaian tersebut bukanlah alasan untuk berpuas diri. “Tentu untuk menjawab ini bukan dengan berpuas diri, tetapi lebih melecut diri kita agar kita sama-sama bisa menjaga public trust and confidence,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Herman Khaeron, menyebutkan bahwa salah satu program unggulan Pemerintahan Prabowo, yaitu makan bergizi gratis, sudah dimulai meskipun belum mencapai target penerima manfaat yang diharapkan. Program ini menyasar sekitar 82,9 juta penerima manfaat, namun menurut Herman, keberhasilan program ini memerlukan dukungan dan pengawasan yang berkelanjutan. “Tentu ini menjadi program yang akan ditemukan di mana pun. Kita masuk ke pelosok-pelosok akan ditemukan,” ujar anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
(trbn)/(johansirait)
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK