BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Proyek Overpass Senilai Rp 67 Miliar di Medan Rusak, Pemkot Janji Perbaikan

BITVonline.com - Senin, 06 Januari 2025 09:34 WIB
Proyek Overpass Senilai Rp 67 Miliar di Medan Rusak, Pemkot Janji Perbaikan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Medan — Proyek strategis overpass di Stasiun Kereta Api Medan senilai Rp 67 miliar menjadi sorotan publik setelah bagian konstruksi mengalami kerusakan, meski baru diresmikan kurang dari sebulan lalu oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution pada 20 Desember 2024.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak kerusakan pada bagian Aluminium Composite Panel (ACP) overpass. Kerusakan berupa lapisan yang terkelupas tersebut menimbulkan kritik mengenai kualitas pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran besar.

Plh Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Medan, Gibson Panjaitan, mengakui bahwa perekat pada panel ACP mengalami kerusakan. Ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi karena perilaku masyarakat yang bersandar atau bahkan menaiki bagian tersebut, padahal panel tersebut hanya berfungsi sebagai elemen estetika tanpa struktur penahan beban berat.

“ACP ada lemnya, dan itu yang lepas. Kemungkinan saat perayaan Tahun Baru, tempat tersebut ramai dan digunakan secara tidak semestinya,” ujar Gibson pada Senin (6/1/2025).

Menanggapi situasi ini, Gibson menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan dengan mengganti material ACP yang rusak menggunakan bahan yang lebih kuat dan menambahkan penguatan besi.

“Perbaikan akan dimulai besok, material yang lebih kokoh sudah disiapkan,” imbuhnya.

Pj Sekda Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi, menegaskan bahwa proyek overpass Jalan Stasiun merupakan bagian dari program strategis Pemkot Medan. Infrastruktur ini dirancang untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan akses masyarakat menuju Stasiun Kereta Api Medan.

Overpass sepanjang 231,72 meter dengan lebar 12,5 meter ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan dengan skema pembiayaan multiyears untuk tahun 2023 dan 2024. Pengerjaan proyek dipercayakan kepada PT Putera Borneo Sakti, sedangkan desain dan perencanaan ditangani oleh tim ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Menurut Topan, area drop-off sepanjang 60 meter di bawah overpass akan dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia optimistis bahwa proyek ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mendukung revitalisasi Lapangan Merdeka sebagai ikon Kota Medan.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru