BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Warga Keluhkan Pasar Tumpah di Jalan Merdeka dalam Audiensi dengan DPRD Kota Bogor

BITVonline.com - Sabtu, 04 Januari 2025 11:27 WIB
Warga Keluhkan Pasar Tumpah di Jalan Merdeka dalam Audiensi dengan DPRD Kota Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR –Warga Kota Bogor mengeluhkan keberadaan pasar tumpah yang berlokasi di Jalan Merdeka saat melakukan audiensi dengan DPRD Kota Bogor pada Jumat (3/1/2025). Pasar yang sudah ada sejak 2006 ini dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar, terutama terkait sampah, kemacetan, hingga keberadaan preman yang mengganggu pedagang.

Misdar Luis, seorang warga Kelurahan Ciwaringin yang hadir dalam audiensi tersebut, mengungkapkan keluhannya tentang kondisi pasar tumpah yang berada tepat di sebelah rumahnya. Menurutnya, sampah yang berserakan akibat aktivitas bongkar muat pedagang sering kali tercecer hingga halaman rumahnya, yang menyebabkan dia harus membersihkannya setiap hari.

β€œItu kelapa yang dijual itu dibongkar di teras saya. Pas gerbang masuk rumah saya. Tiap pagi saya menyapu. Pesan saya kalau bisa secepatnya, pak. Jangan banyak lagi pelajari ini dan itu, pak. Begitulah keadaan yang saya alami selama 18 tahun,” keluh Misdar.

Meskipun Misdar sudah melaporkan masalah ini sejak 2015 ke pihak kelurahan dan RW setempat, hingga kini tidak ada perkembangan yang signifikan. Selain masalah sampah, Misdar juga mengungkapkan adanya preman yang sering meminta uang setoran dari para pedagang di pasar tumpah tersebut.

“Saya pernah berhadapan langsung dengan preman yang meminta jatah dari pedagang. Satu hari bisa ada 4-5 orang yang datang meminta uang. Setelah itu, Satpol PP mengusir pedagang dan ada yang bersikap arogan,” tambah Misdar.

Misdar juga mengungkapkan rasa frustrasinya karena tidak ada tindakan yang jelas dari pihak berwenang meskipun ia telah melaporkan kejadian tersebut. Bahkan, ia mengaku bahwa informasi yang ia terima tentang tindakan pihak terkait lebih sering berupa kabar burung. Misdar menyatakan bahwa keberadaan pasar tumpah ini mengurangi nilai properti rumahnya karena akses jalan yang sempit dan terganggu oleh aktivitas pasar.

Ketua RT 01/03, Rama Putra, juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, dampak yang dirasakan oleh warga sekitar sangat mengganggu, terutama terkait bau sampah yang tidak terkelola dengan baik serta kemacetan yang disebabkan oleh pedagang yang berjualan di sepanjang jalan.

“Sampahnya menimbulkan bau dan berdampak pada lingkungan kami. Jadi, kalau mau sehat kami harus pakai masker. Belum lagi masalah kemacetan,” kata Rama Putra.

Warga berharap agar DPRD Kota Bogor segera bertindak untuk menanggulangi masalah ini dengan memberikan solusi yang tepat, baik melalui penataan pasar atau penertiban pasar tumpah yang telah berlangsung lama. Mereka meminta agar masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru