Progres Kasus Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas: KPK Ungkap Perkembangan Terbaru
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan mantan Menteri
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR –Warga Kota Bogor mengeluhkan keberadaan pasar tumpah yang berlokasi di Jalan Merdeka saat melakukan audiensi dengan DPRD Kota Bogor pada Jumat (3/1/2025). Pasar yang sudah ada sejak 2006 ini dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar, terutama terkait sampah, kemacetan, hingga keberadaan preman yang mengganggu pedagang.
Misdar Luis, seorang warga Kelurahan Ciwaringin yang hadir dalam audiensi tersebut, mengungkapkan keluhannya tentang kondisi pasar tumpah yang berada tepat di sebelah rumahnya. Menurutnya, sampah yang berserakan akibat aktivitas bongkar muat pedagang sering kali tercecer hingga halaman rumahnya, yang menyebabkan dia harus membersihkannya setiap hari.
βItu kelapa yang dijual itu dibongkar di teras saya. Pas gerbang masuk rumah saya. Tiap pagi saya menyapu. Pesan saya kalau bisa secepatnya, pak. Jangan banyak lagi pelajari ini dan itu, pak. Begitulah keadaan yang saya alami selama 18 tahun,β keluh Misdar.
Meskipun Misdar sudah melaporkan masalah ini sejak 2015 ke pihak kelurahan dan RW setempat, hingga kini tidak ada perkembangan yang signifikan. Selain masalah sampah, Misdar juga mengungkapkan adanya preman yang sering meminta uang setoran dari para pedagang di pasar tumpah tersebut.
“Saya pernah berhadapan langsung dengan preman yang meminta jatah dari pedagang. Satu hari bisa ada 4-5 orang yang datang meminta uang. Setelah itu, Satpol PP mengusir pedagang dan ada yang bersikap arogan,β tambah Misdar.
Misdar juga mengungkapkan rasa frustrasinya karena tidak ada tindakan yang jelas dari pihak berwenang meskipun ia telah melaporkan kejadian tersebut. Bahkan, ia mengaku bahwa informasi yang ia terima tentang tindakan pihak terkait lebih sering berupa kabar burung. Misdar menyatakan bahwa keberadaan pasar tumpah ini mengurangi nilai properti rumahnya karena akses jalan yang sempit dan terganggu oleh aktivitas pasar.
Ketua RT 01/03, Rama Putra, juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, dampak yang dirasakan oleh warga sekitar sangat mengganggu, terutama terkait bau sampah yang tidak terkelola dengan baik serta kemacetan yang disebabkan oleh pedagang yang berjualan di sepanjang jalan.
“Sampahnya menimbulkan bau dan berdampak pada lingkungan kami. Jadi, kalau mau sehat kami harus pakai masker. Belum lagi masalah kemacetan,β kata Rama Putra.
Warga berharap agar DPRD Kota Bogor segera bertindak untuk menanggulangi masalah ini dengan memberikan solusi yang tepat, baik melalui penataan pasar atau penertiban pasar tumpah yang telah berlangsung lama. Mereka meminta agar masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
(N/014)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan mantan Menteri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengeluarkan lima desakan terkait pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kon
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Piala Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2025/2026 mencatatkan sejarah sebagai Liga 4 pertama di Indonesia yang menggunakan operator
OLAHRAGA
MEDAN MARELAN Puskesmas Rengas Pulau di bawah pimpinan dr. Voidance Bakara terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi
KESEHATAN
PADANGSIDIMPUAN Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tabagsel, Yusrizal Nasution, bersama anggota organisasi, melakukan kunjungan
NASIONAL
LANGKAT Tragedi memilukan terjadi di Batu 10, Tanjung Selamat, Kabupaten Langkat, pada Kamis (26/3/2026) sore. Sepasang kekasih yang did
PERISTIWA
SOLO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia teta
EKONOMI
MEDAN, SUMUT Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor kesehata
KESEHATAN
MEDAN, SUMUT Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya peran apoteker dalam menunjang keberhasilan perawatan pasien
KESEHATAN
TAPANULI SELATAN, SUMUT Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya Tapanuli Selatan menggelar acara Halal Bi Hal
POLITIK