BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Tambang Pasir Diduga Milik Oknum TNI Bikin Hancur, Masyrakat Duga Pemerintha Desa Terima Bingkisan Dari Pengusaha Tambang

BITVonline.com - Jumat, 28 Oktober 2022 05:25 WIB
Tambang Pasir Diduga Milik Oknum TNI Bikin Hancur, Masyrakat Duga Pemerintha Desa Terima Bingkisan Dari Pengusaha Tambang
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SERGAI– Usaha tambang pasir diduga milik oknum TNI merusak jalan Desa Manggis, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai.

Menurut keterangan warga, usaha tambang pasir diduga milik oknum TNI itu sudah beraktivitas cukup lama.

Truk dari lokasi tambang pasir diduga milik oknum TNI itu kerap membuat hancur jalan Desa Manggis.

Jika hujan, jalan Desa Manggis akan berlumpur. Jika kondisi panas, maka akan muncul debu.

Menurut Ayu Saragih, warga Desa Manggis, masyarakat sudah pernah mengeluhkan masalah ini pada kepala desa.

Namun, kepala desa berdalih bahwa keberadaan tambang pasir memberikan kontribusi.

Kontribusi apa yang dimaksud kepala desa, tidak jelas.

Apakah kontribusi ke kantong pribadi, atau untuk pembangunan desa.

Jika disebut untuk pembangunan desa, toh kondisi jalan hancur lebur akibat tambang pasir ini.

“Katanya dikasih kompensasi, tapi kan tidak dibandingkan dampaknya,” kata Ayu, Kamis (27/10/2022).

Ayu mengatakan, hancurnya jalan Desa Manggis ini juga berdampak pada warga Desa Bajohom. Selama ini, jalan Desa Manggis itu dijadikan akses utama masyarakat dari sejumlah desa untuk memasok hasil bumi dan pertanian.

Belum lagi anak sekolah yang lewat di sini. Kan kasihan mereka mau sekolah,” kata Ayu. Terpisah, Kepala Desa Manggis, Sofyan Siregar sempat mengakui ada dua desa yang protes akibat tambang pasir ini. Namun, dia bukannya menegur pemilik tambang pasir. Ditanya sosok pemilik tambang pasir, Sofyan mengakui bahwa yang punya adalah oknum TNI.

Dahulunya milik warga. Sekarang sudah dikelola oknum TNI dari Brigif,” tutupnya

 

(BAYANGKARA.CO)

 

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru