MEDAN – Proses hukum terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terus memunculkan dinamika baru.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, menyuarakan penyesalannya terhadap tindakan Rismon Sianipar, yang baru-baru ini mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada Presiden Jokowi setelah menuduhnya menggunakan ijazah palsu.
Rismon Sianipar, yang sebelumnya berada dalam kubu Roy Suryo, mengundurkan diri setelah menyatakan penelitiannya tentang ijazah Jokowi salah.
Dalam pernyataan tersebut, Rismon mengakui bahwa hasil penelitiannya mengenai ijazahJokowi yang diklaim palsu ternyata tidak terbukti.
Sebagai bentuk tanggung jawab, ia juga meminta maaf kepada Presiden dan menerima Restorative Justice (RJ) untuk mengakhiri status tersangkanya dalam kasus pencemaran nama baik.
Tindakan Rismon tersebut disoroti oleh Roy Suryo, yang mengaku sangat menyesal dengan langkah yang diambil oleh sahabatnya tersebut.
Menurut Roy, permohonan maaf Rismon kepada Jokowi adalah tindakan yang sangat fatal, terutama mengingat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang juga tersangka dalam kasus ini, namun tetap bisa mendapatkan RJ tanpa harus mengakui kesalahan atau meminta maaf.
"Ini fatal beneran dia. Kenapa? Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saja bisa mendapatkan RJ tanpa minta maaf. Dia malah memilih mengakui kesalahan dan meminta maaf ke Jokowi," ujar Roy Suryo dalam sebuah wawancara, Senin (23/3/2026).
Restorative Justice adalah mekanisme penyelesaian perkara pidana yang berfokus pada dialog dan mediasi antara pihak pelaku dan korban, untuk mencapai keadilan yang berimbang.
Dalam kasus ini, proses RJ bagi Rismon dimulai setelah Jokowi sebagai pelapor menyetujui penyelesaian perkara tersebut dengan cara yang lebih humanis dan mengedepankan pemulihan hubungan.
Rismon sendiri dalam klarifikasinya menyatakan bahwa sebagai peneliti independen, ia merasa bertanggung jawab untuk mengoreksi hasil penelitiannya yang salah.
"Saya mengakui kesalahan saya dan tidak dipengaruhi oleh siapa pun. Semua ini saya lakukan hanya berdasarkan objektivitas penelitian saya," tegas Rismon usai bertemu Jokowi di Solo.