Bupati Simalungun Temui Menteri Pertanian, Dapat Dukungan Bibit untuk 22.000 Hektar Sawah Baru
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
JAKARTA – Konflik antara menantu dan mertua sering kali menjadi tantangan besar dalam kehidupan rumah tangga, terutama bagi pasangan yang tinggal bersama orangtua. Psikolog Yohana Domikus menegaskan bahwa peran suami sangat penting sebagai penengah untuk menjaga keharmonisan keluarga. Menurut Yohana, konflik antara menantu dan mertua seringkali disebabkan oleh perbedaan nilai, kebiasaan, atau pola komunikasi yang kurang dipahami oleh kedua belah pihak. Ketika komunikasi tidak berjalan baik, masalah kecil bisa berkembang menjadi konflik besar. “Sebagai contoh, mertua mungkin mengomentari kebiasaan menantu yang dianggap kurang sesuai, sementara menantu merasa sensitif terhadap komentar tersebut,” ujarnya. Dalam situasi seperti ini, mediasi dari suami atau anak laki-laki sang mertua sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan. “Jika tidak ada mediasi dari suami, konflik bisa semakin parah,” tambah Yohana.
Menjadi penengah antara istri dan ibu bukanlah tugas yang mudah bagi suami. Seringkali, suami merasa berada di posisi terjepit karena harus mendukung istrinya tanpa mengabaikan perasaan ibunya. Namun, menurut Yohana, komunikasi yang baik dan empati adalah kunci untuk mengelola konflik dengan bijaksana. “Suami perlu menunjukkan dukungan penuh kepada istrinya, agar istri merasa dimotivasi dan didukung. Di sisi lain, suami juga harus berbicara dengan ibunya untuk memberikan pemahaman tentang situasi yang ada,” jelasnya. Yohana juga menambahkan, untuk meminimalkan konflik yang terjadi, salah satu cara yang efektif adalah dengan tinggal terpisah. Dengan ruang yang jelas, pasangan suami istri dapat membangun rumah tangga yang lebih mandiri tanpa adanya intervensi berlebihan dari orangtua.
Namun, jika pasangan terpaksa tinggal bersama orangtua, penting untuk menetapkan aturan dan membangun komunikasi yang sehat. Untuk mengatasi konflik antara menantu dan mertua, Yohana menyarankan beberapa langkah praktis:
Bangun komunikasi terbuka: Semua pihak harus bersedia mendengar dan memahami sudut pandang masing-masing.
Tetapkan batasan yang sehat: Jelaskan batasan peran dalam rumah tangga agar tidak ada pihak yang merasa dilangkahi.
Fokus pada solusi: Alihkan perhatian pada cara memperbaiki hubungan, daripada mencari siapa yang salah.
Prioritaskan rumah tangga: Jika konflik tetap berlanjut, pasangan suami istri harus mengambil langkah tegas untuk melindungi keharmonisan rumah tangga.
Dengan pendekatan yang tepat, hubungan antara menantu dan mertua bisa diperbaiki secara perlahan, dan keharmonisan keluarga dapat terjaga dengan baik.
(CHRISTIE)
JAKARTA Bupati Kabupaten Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (
NASIONAL
SIMALUNGUN Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 di Kabupaten Simalungun resmi ditutup Rabu (11/3/2026). Upacara penutupan
NASIONAL
MEDAN Percepatan revitalisasi Stadion Teladan Medan menjadi sorotan publik, seiring peluang Provinsi Sumatera Utara menjadi tuan rumah P
OLAHRAGA
BANDA ACEH Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di lapangan Mapolda
NASIONAL
JAKARTA Indonesia masih mengandalkan impor minyak mentah dari beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Meski begitu, pe
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait kasus dugaan korupsi kuot
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Hosadi Apriza menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
PONTIANAK Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) berhasil mena
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, menemui Presiden ke7 Joko Widodo di Solo, Kamis (12/3/2026), dalam rangka menyelesaika
NASIONAL
DUMAI Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Dumai, Riau, Tika Plorentina (26), ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakannya, Kamis
HUKUM DAN KRIMINAL