Kemnaker Integrasikan Data BPJS dan K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Masuk Era Baru
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MEDAN — Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Ekologis mendesak PT Gunung Raya Utama Timber Industries (GRUTI) dan PT Teluk Nauli menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya di Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan (Nisel) setelah izin usaha kedua perusahaan dicabut pemerintah.
Desakan tersebut disampaikan melalui siaran pers pada Kamis (5/3/2026). Koalisi menilai kedua perusahaan masih menjalankan aktivitas meski izin pemanfaatan hutan telah resmi dicabut.
Ketua Aliansi Masyarakat Lintas Sektoral Nias Selatan (AMAL Nisel), Amoni Zega, menegaskan bahwa aktivitas perusahaan telah menimbulkan dampak ekologis serius, termasuk kerusakan hutan, degradasi mangrove, dan penutupan serta penimbunan daerah aliran sungai untuk kepentingan operasional.Baca Juga:
"Akibat terganggunya habitat alami satwa, khususnya buaya, kini terjadi pergeseran habitat dari kawasan muara dan hutan mangrove ke wilayah pesisir yang dekat permukiman. Hingga kini, sedikitnya delapan warga meninggal akibat serangan buaya, sementara sejumlah lainnya luka-luka," ujar Amoni.
Fenomena ini, menurut koalisi, bukan sekadar konflik manusia-satwa, melainkan dampak ekologis dari aktivitas perusahaan yang mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Koalisi juga menyoroti dugaan kriminalisasi terhadap tokoh masyarakat yang menyuarakan dampak ekologis.
Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Sumatera Utara, Ganda Maruhum, menyebut lima tokoh masyarakat telah diperiksa oleh Polres Nias Selatan terkait insiden dugaan pengancaman dan kebakaran di area basecamp PT GRUTI.
Koalisi meminta aparat penegak hukum menindak dugaan pelanggaran hukum oleh kedua perusahaan yang masih beroperasi setelah pencabutan izin usaha.
Selain itu, perusahaan diminta melakukan pemulihan ekologis menyeluruh terhadap kawasan hutan, mangrove, dan daerah aliran sungai yang terdampak, serta memberikan ganti rugi kepada keluarga korban dan warga terdampak serangan buaya.
Langkah ini diharapkan menjadi momentum tegas pemerintah dalam menegakkan hukum lingkungan sekaligus mencegah bencana ekologis lebih luas di Sumatera Utara.*
(ad)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MANADO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor pen
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaika
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor sebe
EKONOMI
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan infrastru
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap rapat koordinasi Komite Sta
EKONOMI
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Fitra Ramadhan Panjaitan, divonis tiga tahun penjara dalam perkara koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi, menegaskan perubahan mekanis
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, mendesak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut peny
HUKUM DAN KRIMINAL