BREAKING NEWS
Rabu, 16 September 2026

Puluhan Siswa di Karo Tumbang Lagi Usai Santap MBG, Kepala BGN Malah Tuding Guru dan Wartawan Politisir Isu

Dharma - Rabu, 16 September 2026 12:23 WIB
Puluhan Siswa di Karo Tumbang Lagi Usai Santap MBG, Kepala BGN Malah Tuding Guru dan Wartawan Politisir Isu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). (Foto: KOMPAS/FIRDA JANATI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti sorotan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya ramai dibahas di media sosial. Dia menyebut guru, orang tua siswa, wartawan hingga sejumlah pihak dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) ikut membuat isu MBG menjadi perhatian.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui video yang diunggah di akun Instagram @dardardar_30. Menurutnya, persoalan MBG di tingkat masyarakat tidak sebesar yang terlihat di media sosial.

"Saya bukan ngeluh, sekali lagi ini hanya cerita kondisi aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed," ujar Sudaryono, dikutip Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:

Sudaryono kemudian mengaitkan ramainya pembahasan MBG di media sosial dengan kepentingan ideologis dan politik.

"Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis," katanya.

Pernyataan tersebut muncul ketika kasus dugaan keracunan MBG kembali terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sebelumnya, ratusan siswa di wilayah Berastagi juga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026. Kasus tersebut hingga kini masih dalam proses penanganan dan penyidikan.

Dalam kejadian terbaru, puluhan siswa SMKN 1 Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (14/9/2026). Sebanyak 35 siswa dilaporkan mendapat penanganan medis di RS Amanda Berastagi, dengan sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang.

Kepala SMKN 1 Merdeka Mbina Bangun membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, para siswa langsung dibawa ke rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan.

"Para siswa dibawa ke Rumah Sakit Amanda. Tadi malam sudah bisa pulang lima orang, guna mendapatkan perawatan jalan," ungkap Mbina, Selasa (15/9/2026).

Makanan MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut disebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Rakyat di Kecamatan Merdeka. Pihak sekolah masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah siswa yang terdampak serta kondisi masing-masing korban.

Di tengah kejadian tersebut, sejumlah pihak sebelumnya juga menyoroti kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi sebulan sebelumnya di Karo. Kasus pada 13 Agustus 2026 melibatkan 353 siswa dari sejumlah sekolah dan telah masuk tahap penyidikan.

Beberapa siswa dari kasus sebelumnya masih menjalani pengobatan. Dua siswi, Febiola dan Agnesia, bahkan dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Siapkan Aplikasi Rating Dapur MBG, Kepala Sekolah Bisa Beri Bintang dan Catatan
Ternyata Cuma Mengandung 5% Susu, 95% Sisanya Air, BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Curangi Kualitas Minuman
15 Ribu Sekolah di Maluku-Papua Belum Tersentuh, BGN Kebut Program Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T & Rawan Stunting
Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN
Keracunan MBG Dinilai Bahayakan Nyawa, Mahfud MD: Jangan Cuma Teguran Basa-basi, Harus Diproses Hukum!
1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Alasannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru