Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman meski antrean pembelian BBM terjadi di sejumlah daerah. Di sisi lain, pegiat media sosial Said Didu mengkritik penjelasan Bahlil terkait kondisi tersebut.
Bahlil menyebut ketersediaan cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 20 hari. Angka tersebut memang sedikit di bawah standar nasional yang berada pada kisaran 21-28 hari, tetapi menurutnya belum menimbulkan persoalan pada cadangan nasional.
"Jadi, untuk cadangan nasional kita nggak ada masalah," ujar Bahlil dalam acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) di Jakarta.
Baca Juga:
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menanggapi antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU, terutama di Makassar, Sulawesi Selatan.
Bahlil mengatakan pihaknya telah mengecek penyebab antrean tersebut. Menurutnya, salah satu faktor yang terjadi adalah perubahan pola konsumsi masyarakat atau shifting dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
"Aku udah cek apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak (antre). Ternyata, bapak ibu semua, itu adalah ada sebagian yang shifting," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, perpindahan konsumsi tersebut terjadi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Akibatnya, sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM bersubsidi.
Bahlil mengatakan perpindahan tersebut tidak menjadi persoalan selama penggunaan BBM bersubsidi tetap sesuai dengan ketentuan. Namun, dia mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
"Yang tadinya tidak memakai subsidi, mereka beralih ke minyak (BBM) subsidi. Ya nggak apa-apa, tetapi saya mohon, saya menghimbau kepada saudara-saudara kita yang mampu, yang mobilnya bagus, pakai perasaan lah," ucapnya.
Sementara itu, Said Didu menyoroti pernyataan Bahlil melalui akun media sosial X pribadinya. Dia menilai pemerintah seharusnya mengambil langkah kebijakan untuk mengatasi antrean dan persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.
"Jangan banyak ngeles - sdh banyak MenESDM bisa buat kebijakan yg mengatasi terjadinya kelangkaan," tulis Said Didu, dikutip Rabu (16/9/2026).
Said juga mempertanyakan penggunaan istilah stok dalam penjelasan pemerintah. Menurut dia, stok yang tersedia merupakan stok milik Pertamina, bukan stok pemerintah secara langsung.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.