Kapolri Terima Gelar Kehormatan Tapak Suci di Semarang, Diminta Jadi Cooling System Masyarakat
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA – Konflik antara menantu dan mertua sering kali menjadi tantangan besar dalam kehidupan rumah tangga, terutama bagi pasangan yang tinggal bersama orangtua. Psikolog Yohana Domikus menegaskan bahwa peran suami sangat penting sebagai penengah untuk menjaga keharmonisan keluarga. Menurut Yohana, konflik antara menantu dan mertua seringkali disebabkan oleh perbedaan nilai, kebiasaan, atau pola komunikasi yang kurang dipahami oleh kedua belah pihak. Ketika komunikasi tidak berjalan baik, masalah kecil bisa berkembang menjadi konflik besar. “Sebagai contoh, mertua mungkin mengomentari kebiasaan menantu yang dianggap kurang sesuai, sementara menantu merasa sensitif terhadap komentar tersebut,” ujarnya. Dalam situasi seperti ini, mediasi dari suami atau anak laki-laki sang mertua sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan. “Jika tidak ada mediasi dari suami, konflik bisa semakin parah,” tambah Yohana.
Menjadi penengah antara istri dan ibu bukanlah tugas yang mudah bagi suami. Seringkali, suami merasa berada di posisi terjepit karena harus mendukung istrinya tanpa mengabaikan perasaan ibunya. Namun, menurut Yohana, komunikasi yang baik dan empati adalah kunci untuk mengelola konflik dengan bijaksana. “Suami perlu menunjukkan dukungan penuh kepada istrinya, agar istri merasa dimotivasi dan didukung. Di sisi lain, suami juga harus berbicara dengan ibunya untuk memberikan pemahaman tentang situasi yang ada,” jelasnya. Yohana juga menambahkan, untuk meminimalkan konflik yang terjadi, salah satu cara yang efektif adalah dengan tinggal terpisah. Dengan ruang yang jelas, pasangan suami istri dapat membangun rumah tangga yang lebih mandiri tanpa adanya intervensi berlebihan dari orangtua.
Namun, jika pasangan terpaksa tinggal bersama orangtua, penting untuk menetapkan aturan dan membangun komunikasi yang sehat. Untuk mengatasi konflik antara menantu dan mertua, Yohana menyarankan beberapa langkah praktis:
Bangun komunikasi terbuka: Semua pihak harus bersedia mendengar dan memahami sudut pandang masing-masing.
Tetapkan batasan yang sehat: Jelaskan batasan peran dalam rumah tangga agar tidak ada pihak yang merasa dilangkahi.
Fokus pada solusi: Alihkan perhatian pada cara memperbaiki hubungan, daripada mencari siapa yang salah.
Prioritaskan rumah tangga: Jika konflik tetap berlanjut, pasangan suami istri harus mengambil langkah tegas untuk melindungi keharmonisan rumah tangga.
Dengan pendekatan yang tepat, hubungan antara menantu dan mertua bisa diperbaiki secara perlahan, dan keharmonisan keluarga dapat terjaga dengan baik.
(CHRISTIE)
SEMARANG Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI
PANGKALPINANG Persoalan pemberitaan mengenai tin slag yang melibatkan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memasuki babak baru. D
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebut meninggal ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti maraknya konten hoaks aksi demonstrasi di media sosial yang dis
POLITIK
JAKARTA Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menyebutkan korban yang berhasil diselamatkan dalam
PERISTIWA
JAKARTA Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menyampaikan harapannya usai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabum
POLITIK
JAKARTA Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dikerahkan untuk mendalami penyebab kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapat
PERISTIWA