Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
BITVONLINE.COM -Menelan ingus atau dahak saat berpuasa sering menjadi pertanyaan bagi umat Islam, terutama bagi mereka yang sedang mengalami flu atau alergi.
Kejadian ini terkadang terjadi tanpa disadari dan dapat menimbulkan keraguan apakah hal tersebut membatalkan puasa atau tidak.
Untuk itu, sangat penting untuk memahami hukum terkait masalah ini berdasarkan pendapat para ulama dan dalil-dalil yang ada.
Pendapat Ulama tentang Menelan Dahak Saat Berpuasa
Dalam kajian fikih Islam, terdapat berbagai pendapat mengenai hukum menelan dahak atau ingus saat berpuasa.
Perbedaan pendapat ini tergantung pada beberapa faktor, seperti apakah menelan tersebut disengaja atau tidak, serta kondisi dahak sebelum tertelan.
Menurut kitab Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, istilah "nukhomah" merujuk pada zat yang keluar dari tenggorokan, yang berasal dari makhraj huruf "kho".
Menanggapi hal ini, berbagai mazhab fikih memberikan pandangannya terkait menelan dahak saat berpuasa.
Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali
Dalam putusan Lembaga Fatwa Mesir (Dar al-Ifta'), ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian riwayat dalam mazhab Hanbali berpendapat bahwa menelan dahak saat berpuasa tidak membatalkan puasa, meskipun ada perbedaan rincian terkait kondisi tertentu.
Mazhab Syafii
Dalam mazhab Syafii, hukum menelan dahak saat berpuasa dirinci menjadi dua pendapat. Menurut Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir, terdapat dua pandangan terkait menelan dahak:
Pendapat pertama menyatakan bahwa menelan dahak dapat membatalkan puasa.
Pendapat kedua berpendapat bahwa menelan dahak tidak membatalkan puasa, namun pandangan yang lebih kuat menyatakan bahwa menelannya tetap membatalkan puasa, terutama jika dahak berasal dari dada dan kemudian ditelan, karena dianggap seperti muntah. Sebaliknya, jika dahak hanya berasal dari tenggorokan atau otak, maka tidak membatalkan puasa karena dianggap seperti ludah.
Penjelasan dari Ulama Ushul Fiqh
Dr. Syeikh Muhammad Hasan Hitoe, seorang ulama ushul fiqh dan pengajar di Al-Azhar Mesir, memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dua kondisi menelan dahak saat berpuasa:
Dahak Tidak Sampai ke Batas Mulut
Jika dahak hanya berada di tenggorokan dan tidak sampai keluar dari mulut, maka menelannya tidak membatalkan puasa menurut kesepakatan ulama.
Dahak Sampai ke Batas Mulut
Jika dahak sudah keluar dan mencapai batas mulut, ada dua kemungkinan:
Jika seseorang tidak mampu mengeluarkan dahaknya dan tanpa sengaja tertelan kembali, maka puasanya tetap sah.
Namun, jika seseorang bisa meludahkannya tetapi justru sengaja menelannya, maka puasanya batal menurut mayoritas ulama.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan pendapat ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam mazhab Syafii, menelan dahak yang sudah keluar dari tenggorokan dan kemudian ditelan kembali dapat membatalkan puasa.
Sementara itu, dalam mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian Hanbali, menelan dahak tidak membatalkan puasa, dengan beberapa pengecualian tergantung pada kondisi tertentu.
Untuk menghindari keraguan dan lebih hati-hati, disarankan untuk mengikuti pendapat mazhab Syafii, yang menyarankan agar dahak yang sudah mencapai batas mulut dikeluarkan untuk menghindari tertelan.
Selain itu, dari sisi medis, dahak mengandung bakteri atau infeksi yang sebaiknya dibuang karena tidak memberikan manfaat bagi tubuh dan tidak membantu menghilangkan dahaga.
(bs/n14)
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA