Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
BITVONLINE.COM -Banyak pasangan muslim di Indonesia memilih bulan Syawal sebagai waktu istimewa untuk melangsungkan pernikahan.
Tradisi ini bukan tanpa alasan. Dalam sejarah Islam, Syawal justru menjadi bulan penuh berkah yang menandai jejak sunnah Rasulullah SAW.
Dahulu, masyarakat Arab pra-Islam atau masa jahiliyah menganggap bulan Syawal sebagai waktu sial untuk menikah.
Hal ini dikaitkan dengan perilaku unta betina yang konon enggan kawin pada bulan tersebut.
Mitos ini diperparah oleh keyakinan bahwa penyakit kolera sering mewabah saat itu, sehingga banyak yang menghindari pernikahan.
Namun, Islam datang dengan ajaran yang mencerahkan dan membebaskan umat dari kepercayaan-kepercayaan yang tak berdasar.
Rasulullah SAW membalikkan anggapan tersebut dengan mencontohkan langsung pernikahan beliau dengan Aisyah RA yang berlangsung pada bulan Syawal.
Bahkan, beliau membangun rumah tangga dengan Aisyah juga pada bulan yang sama.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, di mana Aisyah RA berkata:
"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan berumahtangga denganku pada bulan Syawal. Siapakah istri Rasulullah SAW yang lebih memiliki kedekatan hati di sisi beliau daripada aku?"
(HR. Muslim)
Lebih dari itu, Aisyah RA juga menganjurkan para perempuan untuk menikah di bulan Syawal, sebagai bentuk kecintaan dan pengamalan sunnah Nabi.
Makna Sosial dan Religius Pernikahan di Bulan Syawal
Tak hanya bernilai ibadah, menikah di bulan Syawal juga menjadi bentuk pelestarian budaya dan warisan keislaman.
Di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Madura, tradisi menikah di bulan Syawal masih dilestarikan.
Ini menjadi wujud kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Dalam ajaran Islam, pernikahan merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nur ayat 32:
"Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu... Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya."
(QS. An-Nur: 32)
Allah juga menegaskan bahwa pasangan adalah sumber ketenangan dan kasih sayang, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ar-Rum ayat 21:
"Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu... dan menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang."
(QS. Ar-Rum: 21)
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Menikah adalah sunnahku. Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku."
Menikah di bulan Syawal bukan hanya soal waktu, tetapi juga perwujudan cinta pada sunnah Rasul.
Syawal kini tak lagi dipandang sebagai bulan yang sial, melainkan momen yang penuh rahmat dan berkah untuk memulai kehidupan baru bersama pasangan halal.
(d/a)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL