BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi untuk Swasembada Energi dan Transisi Energi Nasional

BITVonline.com - Minggu, 15 Desember 2024 08:25 WIB
Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi untuk Swasembada Energi dan Transisi Energi Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pembangunan infrastruktur gas bumi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pemanfaatan energi gas bumi untuk mencapai swasembada energi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (14/12/2024). Saleh menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi gas bumi yang besar, namun untuk mendistribusikannya ke berbagai wilayah, dibutuhkan jaringan gas bumi (jargas) yang lebih luas dan handal.

“Gas bumi memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi bagian penting dalam transisi energi yang mendukung visi Indonesia Maju 2045,” kata Saleh dalam pertemuan Plenary Session Hilir Migas Conference & Expo 2024 di Jakarta pada Kamis (12/12/2024). Menurut Saleh, gas bumi harus menjadi bagian integral dalam strategi pengembangan energi nasional, dengan fokus pada distribusi yang lebih merata dan infrastruktur yang dapat menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai sektor, seperti industri, rumah tangga, kelistrikan, dan transportasi.Saleh mengungkapkan bahwa salah satu langkah krusial dalam mencapai hal ini adalah pembangunan infrastruktur gas bumi yang lebih banyak, dengan memperluas jaringan gas untuk rumah tangga, yang dapat mengurangi ketergantungan pada gas elpiji (LPG) bersubsidi. Pengembangan jargas, kata Saleh, dapat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), jargas mandiri, atau dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, Saleh juga menekankan pentingnya pengembangan sektor usaha niaga gas yang membutuhkan jaminan keamanan pasokan atau security of supply. Keberlanjutan pasokan gas akan memberikan kepastian bagi konsumen dan dapat menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam sektor ini, yang pada gilirannya akan mendorong stabilitas pasar gas nasional.Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, turut menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan produksi gas dan memperluas aksesibilitas. Dadan mengingatkan bahwa pengembangan energi terbarukan dan energi fosil tidak seharusnya dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan untuk memastikan ketahanan energi nasional.

“Dengan bekerja bersama-sama, saya yakin kita dapat mengoptimalkan semua sumber energi terbarukan yang ada, sekaligus menjalankan transisi energi dengan baik untuk mencapai ketahanan energi dan, pada akhirnya, kemandirian energi di masa depan,” ujarnya.Pembangunan jaringan gas bumi juga menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor, yang selama ini menjadi beban bagi anggaran negara. Dalam konteks ini, gas bumi berfungsi sebagai energi perantara yang dapat mendukung transisi dari energi fosil ke energi terbarukan.Eri Purnomohadi, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), menambahkan bahwa gas bumi memiliki peran strategis dalam transisi energi Indonesia. Dengan penggunaan gas yang lebih luas, sektor-sektor seperti rumah tangga, industri, dan pembangkit listrik akan lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi mereka, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketergantungan pada energi impor. (JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru